BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Benarkah Reshuffle untuk 'Mempreteli' Orang Jokowi dari Pemerintahan Prabowo? Ini Jawaban Istana

Dharma - Kamis, 08 Oktober 2026 14:38 WIB
Benarkah Reshuffle untuk 'Mempreteli' Orang Jokowi dari Pemerintahan Prabowo? Ini Jawaban Istana
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto membantah anggapan bahwa perombakan atau reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 dilakukan untuk menyingkirkan orang-orang Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bambang mengatakan pergantian sejumlah pejabat dalam kabinet merupakan hal yang biasa dilakukan dalam pemerintahan.

Ia juga menegaskan tidak ada agenda untuk menjauhkan Jokowi dari pemerintahan Prabowo.

Baca Juga:

"Nggak ada. Nggak ada isu mempreteli, beritanya nggak benar," kata Bambang di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurut Bambang, pemerintahan Prabowo tetap solid.

Ia meminta anggapan mengenai reshuffle sebagai upaya 'mempreteli' orang-orang Jokowi tidak dijadikan dasar dalam melihat perubahan susunan kabinet.

"Kita tetap solid kok. Tidak ada kaitannya dengan dengan hal mempreteli. Itu itu hanya pergantian biasa saja," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle terhadap sejumlah posisi di kabinet pemerintahannya.

Salah satu perubahan terjadi pada posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Prabowo melantik Sugiono sebagai Menko PMK untuk menggantikan Pratikno.

Pratikno kemudian dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pelantikan Sugiono berlangsung di Istana Negara pada Kamis, 1 Oktober 2026, sedangkan pelantikan Pratikno dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Selain Sugiono dan Pratikno, sejumlah pejabat lain juga mengalami pergantian posisi dalam pemerintahan Prabowo.

Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi, Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, dan Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.

Pergantian sejumlah pejabat tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah pemerintahan Prabowo, termasuk anggapan bahwa reshuffle berkaitan dengan posisi orang-orang yang sebelumnya dekat dengan pemerintahan Jokowi.

Namun, Bambang Eko Suhariyanto menegaskan anggapan tersebut tidak benar.

Menurut dia, perubahan susunan kabinet merupakan bagian dari dinamika pemerintahan dan tidak berkaitan dengan upaya menyingkirkan kelompok tertentu.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jokowi Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo di Malam Putusan MK soal Ijazah Gibran
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran: Sistem Pendidikan Tiap Negara Berbeda
Peserta PKA Sumut Belajar Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data di DKI Jakarta
Penantian 20 Tahun Berakhir, Air Bersih PDAM Segera Mengalir ke Griya Kencana Medan
Nagori Silou Huluan Wakili Simalungun di Evaluasi PTP2WKSS Sumut 2026, Ketua TP PKK Darmawati: Menang atau Tidak Adalah Bonus
PTPN IV Regional II Salurkan Bantuan Dump Truk, Pemkab Simalungun Siap Perkuat Layanan Kebersihan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru