BREAKING NEWS
Sabtu, 24 Oktober 2026

Survei IPO: 66 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo, Harga Sembako Masih Jadi PR

Nurul - Sabtu, 24 Oktober 2026 14:40 WIB
Survei IPO: 66 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo, Harga Sembako Masih Jadi PR
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Sebanyak 66 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Angka tersebut terdiri atas 61 persen responden yang mengaku puas dan 5 persen yang merasa sangat puas, berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada Oktober 2026.

Meski mayoritas responden menyatakan puas, survei yang sama mencatat 28 persen responden tidak puas dan 6 persen lainnya mengaku tidak puas sama sekali terhadap kinerja Presiden.

Baca Juga:

Survei IPO tersebut dilakukan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.

Penelitian menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen.

IPO turut mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Pemberantasan korupsi menjadi faktor yang disebut sebesar 19 persen, disusul bantuan sosial sebesar 14,5 persen dan program kerja nyata sebesar 10,7 persen.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat sebesar 6 persen dalam faktor yang berkaitan dengan persepsi kepuasan responden.

Untuk mengukur tingkat kepuasan tersebut, IPO mengajukan pertanyaan kepada responden: 'Apakah bapak/ibu puas atau tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto secara umum saat ini?'.

Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai penilaian responden terhadap kinerja presiden.

Namun, tingkat kepuasan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh kebijakan pemerintah telah memenuhi harapan masyarakat.

Di luar penilaian terhadap kinerja presiden, survei IPO juga memetakan persoalan yang dinilai paling mendesak untuk ditangani pemerintah.

Pengendalian harga bahan pokok menempati posisi teratas dengan angka 28 persen.

Berikutnya, pemberantasan korupsi mencapai 19,5 persen, sedangkan pembukaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran tercatat sebesar 14,7 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi sehari-hari masih menjadi perhatian masyarakat.

Harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan, sementara ketersediaan lapangan kerja memengaruhi pendapatan dan daya beli.

Pemberantasan korupsi juga menjadi perhatian, baik sebagai faktor yang berkaitan dengan penilaian terhadap kinerja pemerintah maupun sebagai persoalan yang perlu segera ditangani.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan pentingnya persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan tata kelola pemerintahan dalam penilaian masyarakat.

"Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam evaluasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah.

Survei IPO dilaksanakan selama sembilan hari, yakni pada 12–20 Oktober 2026.

Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam penelitian yang menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertahap.

IPO menyebut survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen.

Margin of error merupakan perkiraan rentang kesalahan pengambilan sampel.

Artinya, hasil survei dapat berbeda dari kondisi seluruh populasi karena penelitian hanya melibatkan sebagian masyarakat.

Angka tersebut juga tidak menghilangkan kemungkinan adanya kesalahan lain dalam proses pengumpulan maupun pengolahan data.

Dengan tingkat kepuasan mencapai 66 persen, hasil survei IPO menunjukkan penilaian positif dari mayoritas responden terhadap kinerja Prabowo.

Namun, pengendalian harga bahan pokok, pemberantasan korupsi, serta penciptaan lapangan kerja tetap menjadi persoalan yang menurut responden perlu mendapat perhatian pemerintah.* (cn/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Ayam di Peternak Rp21 Ribu, di Pasar Tembus Rp46 Ribu? Mentan Amran Buka Suara
Dodi Robert Simangunsong Serap Aspirasi Warga Medan Amplas, dari Banjir hingga Masalah Data Kependudukan
Di Hadapan Kapolri, Bobby Nasution Sebut Sumut Peringkat Pertama Peredaran Narkoba dari 38 Provinsi di Indonesia
Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Singgung Negara Tak Bersahabat
Banyak Petugas dan Relawan Meninggal Saat Padamkan Karhutla, Kepala BNPB Buka Suara
Sukses Raih Juara Umum HKG PKK Sumut, TP PKK Asahan Catat 5 Prestasi Membanggakan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru