Prabowo Dorong Bank BUMN Ringankan Kredit UMKM, Rosan Ungkap Arahan di Istana
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara
EKONOMI
JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan temuan menarik tentang keterbatasan kecerdasan buatan (AI) saat digunakan untuk menghitung kemungkinan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam pemaparannya di Simposium Integrasi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sektor Digital Informal di Jakarta, Rabu (11/6/2025), Stella menyampaikan bahwa AI ternyata bisa 'berbohong' atau tidak memberikan hasil analisis yang akurat.
"Waktu itu kami sedang ingin tahu, berapa besar kemungkinan Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026 sebelum laga melawan China. Tersisa enam pertandingan lagi, dan dari data kami, ada 729 kemungkinan skenario," kata Stella.
Ia kemudian meminta timnya untuk menggunakan teknologi AI—dalam hal ini Deep Seek—untuk menghitung seluruh kemungkinan skenario tersebut. Namun yang didapatkan justru mengejutkan.
"AI yang kami gunakan ternyata tidak menghitung semua probabilitas. Ia hanya memberikan estimasi, bukan perhitungan menyeluruh. Jadi, dalam konteks ini, AI bisa dikatakan 'berbohong'," ujarnya.
Pernyataan ini sontak menyoroti pentingnya literasi dan pemahaman kritis terhadap penggunaan kecerdasan buatan, terutama ketika digunakan untuk pengambilan keputusan penting atau pemodelan data yang kompleks.
Lebih lanjut, Stella menekankan bahwa masyarakat tidak cukup hanya bisa mengoperasikan teknologi seperti AI, melainkan harus mampu mengevaluasi dan mengkritisi hasil yang diberikan oleh mesin tersebut.
"Penting sekali bagi generasi sekarang untuk memiliki kemampuan bernalar kritis, mengevaluasi, dan tidak menelan mentah-mentah hasil yang diberikan AI. Tanpa itu, kita bisa mengambil keputusan yang keliru karena terlalu percaya pada teknologi," ujar Stella.
Menurutnya, kemampuan mengevaluasi hasil kerja AI merupakan keterampilan utama yang harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang digital dan teknologi informasi.
Stella juga menyinggung bahwa peluang besar di era AI harus dimanfaatkan untuk mendukung bonus demografi Indonesia. AI memungkinkan masyarakat di luar jalur pendidikan formal sekalipun untuk mendapatkan akses ke peluang yang sebelumnya hanya bisa diraih oleh para ahli.
"Yang paling diperlukan bukan skill yang sama persis dengan yang bisa dilakukan AI, tetapi bagaimana kita bisa mengevaluasi hasil kerja AI tersebut. Itu yang harus kita latih dan fasilitasi," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Stella menegaskan bahwa literasi AI harus menjadi bagian integral dari strategi pengembangan sumber daya manusia Indonesia agar dapat bersaing secara global dan tidak menjadi korban dari ketidaktahuan digital.*
(at/j006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara
EKONOMI
SINGKIL Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 tahun 2026, Polres Aceh Singkil melaksanakan kegiatan anjangsana kepada para pu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyiapkan sejumlah kantong parkir atau parkir satelit di sekitar Stadion Teladan guna mengantisipasi lonjak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih diwajibkan mengikuti pelatihan dasar militer s
PEMERINTAHAN
JAKARTA Relawan Garda Prabowo melaporkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, ke B
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti
EKONOMI
JAKARTA Pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya oleh penyidik Kejaksaan Agung mengungkap perkembangan bar
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kabupaten Karo berencana menghapus retribusi masuk ke kawasan pemandian air panas Sidebukdebuk setelah mendapat masuka
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) berencana segera mengisi tujuh posisi Dewan Pengarah yang selama ini masih kosong. Sejumlah ahli gizi,
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menjalani pemeriksaan selama sekitar 10 jam di Gedung Jaksa Agung M
HUKUM DAN KRIMINAL