Menjaga Integritas Jurnalistik, JMSI Tabagsel Silaturahmi ke Penasehat JMSI Manaon Lubis
PADANGSIDIMPUAN Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Yusrizal Nasution, bersama anggota organisasi, melakukan kunjungan
NASIONAL
PURWOKERTO – Pengamat komunikasi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Edi Santoso, menilai perlunya percepatan regulasi yang mengatur penggunaan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, pesatnya pertumbuhan AI tanpa diimbangi regulasi berisiko menimbulkan dampak serius, termasuk dalam penyebaran hoaks.
"Sangat perlu adanya regulasi terkait dengan penggunaan akal imitasi karena AI ini pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat," ujar Dr. Edi Santoso di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2025).
Menurutnya, jika hoaks konvensional dulu terbatas pada manipulasi teks atau tangkapan layar, kini kebohongan lebih canggih dan sulit dikenali karena menggunakan AI dalam bentuk audio dan video yang direkayasa secara digital.
"Itu makin sulit untuk diidentifikasi asli atau tidaknya, terutama bagi orang-orang dengan tingkat literasi media yang rendah," ujarnya.
Dr. Edi juga menyinggung soal kerentanan hak cipta akibat kemudahan mereplikasi karya seni dan konten digital menggunakan AI.
Ia menilai pertumbuhan teknologi jauh lebih cepat dibanding laju penyusunan kebijakan.
"Pertumbuhan di sisi AI begitu cepat, tetapi regulasi yang mengaturnya tertatih-tatih. Jadi, saya kira regulasi ini sangat mendesak," tegas Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Unsoed tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Edi mengamati media sosial kini bukan lagi sekadar media alternatif, melainkan telah menjadi media utama dengan penetrasi tinggi.
"Sekitar 70 persen pengguna internet adalah pengguna media sosial. Artinya, ia bukan lagi media alternatif," ujarnya.
Namun, ia memperingatkan bahaya algoritma media sosial yang menciptakan gelembung informasi (filter bubble) dan ruang gema (echo chamber), fenomena di mana pengguna hanya terpapar informasi yang sesuai dengan preferensinya sendiri, bukan realitas utuh.
"Akhirnya banyak orang merasa pendapatnya mewakili mayoritas, padahal hanya hasil kurasi algoritma," ucapnya.
Dr. Edi menyebut masifnya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial sebagai ancaman nyata.
Ia menyerukan perlunya gerakan literasi digital secara masif untuk membekali masyarakat, terutama generasi muda, dalam menyaring informasi.
"Hoaks sudah ada sejak dulu, tapi kini penyebarannya masif karena media sosial. Literasi digital penting untuk menangkal ini," tegasnya.
Meski demikian, ia tidak menafikan sisi positif media sosial, seperti kemudahan akses informasi dan peningkatan partisipasi publik dalam berbagai diskursus.
"Dulu informasi hanya milik kelompok tertentu, sekarang semua orang bisa mengakses informasi dengan mudah," tutupnya.*
(at/a008)
PADANGSIDIMPUAN Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Yusrizal Nasution, bersama anggota organisasi, melakukan kunjungan
NASIONAL
LANGKAT Tragedi memilukan terjadi di Batu 10, Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat, pada Kamis (26/3/2026) sore. Sepasang kekasih yang did
PERISTIWA
SOLO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia teta
EKONOMI
MEDAN, SUMUT Komitmen Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehata
KESEHATAN
MEDAN, SUMUT Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya peran apoteker dalam menunjang keberhasilan perawatan pasien
KESEHATAN
TAPANULI SELATAN, SUMUT Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Jaya Tapanuli Selatan menggelar acara Halal Bi Hal
POLITIK
VATIKAN Bahasa Indonesia kini menempati ruang baru di jantung komunikasi Gereja Katolik dunia. Untuk pertama kalinya, Bahasa Indonesia d
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, untuk mencari pasokan minyak m
EKONOMI
JAKARTA Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengirimkan surat resmi ke Komisi III DPR untuk meminta pembentukan panitia kerja (panja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemulihan kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dari luka bakar akibat disiram air keras diperkirakan membutuhkan wak
HUKUM DAN KRIMINAL