BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Terungkap! Nama Google Ternyata Berasal dari Salah Eja

Adelia Syafitri - Minggu, 13 Juli 2025 15:31 WIB
Terungkap! Nama Google Ternyata Berasal dari Salah Eja
Logo Google. (foto: gettyimages)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Siapa yang tak kenal Google? Mesin pencari terbesar di dunia ini ternyata menyimpan cerita unik di balik penamaannya yang mungkin belum banyak diketahui publik.

Google, yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan digital miliaran orang, ternyata bukan singkatan dari frasa canggih seperti yang sering diduga, melainkan hasil dari kesalahan ejaan yang berujung pada nama ikonik saat ini.

Didirikan oleh dua mahasiswa PhD dari Universitas Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, pada tahun 1998, Google awalnya merupakan proyek penelitian untuk mengembangkan sistem pencarian berbasis backlink.

Baca Juga:

Uniknya, sebelum memilih nama Google, mereka sempat mempertimbangkan nama lain yang cukup aneh, yaitu Backrub, karena sistem tersebut menggunakan backlink untuk mengindeks halaman web.

Nama "Google" sendiri merupakan plesetan dari kata Googol, istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol (10¹⁰⁰).

Baca Juga:

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Milton Sirotta, keponakan dari matematikawan Edward Kasner, saat usianya masih 9 tahun.

Dalam buku Mathematics and the Imagination yang terbit tahun 1940, angka raksasa itu disebut layak memiliki nama yang sama luar biasanya.

Dalam proses pencarian nama, seorang rekan Larry Page bernama Sean Anderson sempat mengusulkan nama "Googolplex", yang kemudian dipersingkat oleh Larry menjadi "Googol".

Namun ketika Sean mencoba mengecek ketersediaan nama domain, ia justru salah mengeja dan mengetik "google.com".

Nama itu ternyata tersedia, dan Larry pun langsung mendaftarkannya pada 15 September 1997.

Dari kesalahan ejaan itu, lahirlah Google Inc.

"Larry menyukai nama tersebut, dan dalam hitungan jam domain google.com langsung diamankan untuknya dan Sergey," kata ilmuwan komputer Stanford, David Koller, seperti dikutip dari laman All That Interesting.

Editor
: Paul Antonio Hutapea
0 komentar
Tags
beritaTerkait
2,5 Miliar Pengguna Gmail Terancam Serangan Phishing, Ini Langkah Pencegahannya!
Google Luncurkan Fitur Baru di Docs, Kini Bisa Ubah Dokumen Menjadi Audio dengan Gemini AI
Google Finance Tambah Fitur AI, Pengguna Bisa Tanya Prediksi Pasar Secara Langsung
WhatsApp Luncurkan Fitur Canggih: Koreksi dan Parafrase Pesan dengan Teknologi AI
Asus Resmi Buka Akses Android 16 Beta untuk Tiga Perangkat, Ini Cara Daftarnya
Realme Pamerkan Ponsel dengan Baterai 15.000 mAh, Diklaim Pertama di Dunia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru