"Estimasi kami menunjukkan bahwa pengurangan emisi dari tiga sektor ini saja cukup besar untuk mengimbangi seluruh tambahan emisi dari penggunaan AI di seluruh sektor ekonomi," lanjut Stern.
Tim LSE menilai potensi pengurangan emisi berdasarkan tiga indikator penting, yaitu biaya implementasi, daya tarik penggunaan, dan kemudahan akses terhadap teknologi AI.
Mereka membandingkan skenario penggunaan AI dengan skenario tanpa AI hingga tahun 2035.
Hasilnya memberikan dasar yang kuat bagi kebijakan berbasis teknologi dalam strategi mitigasi iklim global.
Temuan LSE ini menjadi argumen kuat bagi para pembuat kebijakan untuk tidak hanya berhati-hati terhadap dampak lingkungan AI, tetapi juga mengoptimalkannya sebagai solusi iklim.
Meski konsumsi energi AI tetap harus diawasi, laporan ini menyimpulkan bahwa AI justru bisa menjadi senjata penting dalam upaya global mencapai target emisi nol bersih.*