Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG, Tegaskan Program Strategis untuk Generasi Emas 2045
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
CHINA - Dunia sains kembali dikejutkan oleh inovasi kontroversial dari China. Seorang ilmuwan bernama Dr. Zhang Qifeng, pendiri Kaiwa Technology, tengah mengembangkan robot kehamilan humanoid pertama di dunia—sebuah terobosan revolusioner yang memungkinkan proses kehamilan dan kelahiran bayi terjadi sepenuhnya di luar tubuh manusia.
Robot humanoid ini bukan sekadar inkubator canggih. Ia dilengkapi rahim buatan yang mampu menerima nutrisi melalui selang, mereplikasi keseluruhan proses dari pembuahan hingga persalinan.
"Teknologi rahim buatan sudah matang. Tantangan selanjutnya adalah menanamkannya ke dalam perut robot humanoid agar dapat berinteraksi langsung dengan manusia untuk menciptakan kehamilan," ujar Dr. Zhang dalam wawancara yang diunggah di Douyin (TikTok versi China), Jumat (15/8/2025).
Dipatok Rp22,5 Juta, Robot Ini Siap Rilis Tahun Depan
Prototipe robot ini dijadwalkan rilis pada 2026 dengan estimasi harga 100.000 yuan atau sekitar Rp22,5 juta. Robot ini digadang-gadang akan menjadi solusi alternatif untuk pasangan yang mengalami infertilitas, yang terus meningkat di China—dari 11,9% (2007) menjadi 18% (2020).
Antara Solusi Medis dan Isu Etika
Pengembangan robot ini langsung memicu perdebatan sengit di media sosial China. Sebagian masyarakat menyambut positif inovasi ini sebagai jalan keluar dari penderitaan kehamilan dan kegagalan inseminasi buatan.
Namun banyak pula yang menentang, menilai inovasi ini sebagai "tidak manusiawi" dan "menghapus ikatan emosional antara ibu dan janin".
"Kami telah menggelar forum diskusi dengan pemerintah Provinsi Guangdong dan tengah membahas aspek hukum serta etika teknologi ini," tambah Dr. Zhang.
Bukan Pertama, Tapi Paling Ambisius
Sebelumnya, teknologi rahim buatan sudah diuji pada hewan. Para ilmuwan berhasil menjaga domba prematur hidup selama 28 hari di dalam biobag—kantong berisi cairan ketuban dan suplai nutrisi. Kini, teknologi serupa ditingkatkan menjadi versi humanoid yang mampu mendukung pertumbuhan janin sejak pembuahan hingga lahir.
Survei: Anak Muda Mendukung
Menariknya, survei terbaru menunjukkan 42% responden usia 18–24 tahun mendukung ide "mengembangkan janin sepenuhnya di luar tubuh perempuan". Hal ini menunjukkan adanya perubahan perspektif terhadap kehamilan di kalangan generasi muda.
Dengan latar belakang krisis angka kelahiran dan peningkatan infertilitas, pemerintah China telah mengintegrasikan inseminasi buatan dan IVF dalam asuransi kesehatan nasional. Munculnya robot kehamilan bisa menjadi bagian dari upaya jangka panjang menyelamatkan populasi.*
(oz/j006)
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik markup dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan Badan Gizi Nasional (B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa salah satu laporan yang menjadi bagian dari proses pengusutan dugaan k
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Pr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik dari Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) da
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara resmi mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, dr. Wahy
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MB
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) mengamankan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IT dan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa seorang oknum anggota polisi berinisial Aiptu ZK yang mengajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kep
HUKUM DAN KRIMINAL