MEDAN — OpenAI mengumumkan perombakan struktur tim riset kunci yang bertugas membentuk perilaku model AI dalam berinteraksi dengan pengguna.
Model Behavior Team, yang terdiri dari sekitar 14 peneliti, akan digabungkan dengan Post Training Team, unit riset yang lebih besar dan fokus pada penyempurnaan model setelah fase pra-pelatihan.
Chief Research Officer OpenAI, Mark Chen, menjelaskan perubahan ini dilakukan agar pekerjaan tim yang selama ini menangani aspek kepribadian AI dapat lebih terintegrasi dengan pengembangan inti model.
"Sudah saatnya pekerjaan tim ini lebih dekat dengan pengembangan inti model," ujar Chen, dikutip dari Tech Crunch, Minggu (7/9/2025).
Dengan penggabungan ini, Model Behavior Team kini akan berada di bawah pimpinan Max Schwarzer, yang memimpin Post Training Team.
Perubahan tersebut juga diikuti dengan perpindahan posisi Joanne Jang, pemimpin awal Model Behavior Team, yang kini akan fokus pada proyek baru bernama OAI Labs.
Joanne Jang menjelaskan OAI Labs akan mengembangkan dan memprototipe antarmuka baru yang memungkinkan kolaborasi manusia dan AI berjalan lebih alami.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Jang menyebut, "Saya sangat antusias mengeksplorasi pola baru di luar paradigma chat yang selama ini diasosiasikan dengan pertemanan atau agen otonom.
Sistem AI harus bisa menjadi instrumen untuk berpikir, berkarya, bermain, belajar, dan terhubung."
Sejak awal, Model Behavior Team memegang peranan penting dalam mengatasi masalah perilaku AI, seperti sycophancy, kecenderungan AI untuk selalu menyetujui pandangan pengguna, termasuk yang tidak sehat.
Selain itu, tim ini juga menangani isu bias politik dan membantu mendefinisikan sikap perusahaan terhadap kesadaran AI.
Tim ini telah memberikan kontribusi pada semua model utama OpenAI sejak GPT-4, termasuk GPT-4o, GPT-4.5, dan GPT-5.
Namun, perilaku GPT-5 menuai protes dari pengguna karena dianggap terlalu dingin, meskipun berhasil mengurangi sycophancy.
Merespons hal ini, OpenAI mengembalikan akses ke model sebelumnya dan meluncurkan pembaruan agar GPT-5 tetap bersahabat tanpa mengorbankan keseimbangan respons.
Sebelum memimpin Model Behavior Team, Joanne Jang juga terlibat dalam pengembangan DALL-E 2, alat pembuat gambar populer dari OpenAI.
Restrukturisasi ini menegaskan komitmen OpenAI dalam mengembangkan AI yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga mampu berinteraksi secara manusiawi dan bertanggung jawab.*