Rakornas 2026: Prabowo Pimpin Koordinasi Strategis Pusat-Daerah untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045
SENTUL, BOGOR Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Se
NASIONAL
MEDAN – Startup teknologi asal Tiongkok, DeepSeek, bersiap meramaikan pasar kecerdasan buatan global dengan meluncurkan agen AI generasi terbaru pada akhir tahun 2025.
Langkah ini dinilai sebagai upaya signifikan untuk menantang dominasi raksasa teknologi asal Amerika Serikat seperti OpenAI, Microsoft, dan Google.
Dilansir dari Bloomberg, Minggu (7/9/2025), agen AI terbaru buatan DeepSeek dikembangkan untuk menangani tugas-tugas kompleks secara bertahap dengan input minimal dari pengguna, serta memiliki kemampuan belajar dari pengalaman sebelumnya untuk meningkatkan efektivitas kerja di masa depan.
DeepSeek mulai mencuri perhatian global sejak awal 2025 melalui peluncuran model DeepSeek R1, sebuah large language model (LLM) open-source yang dikembangkan dengan biaya relatif rendah, sekitar US$ 6 juta.
Meskipun ringan dari segi anggaran, R1 menunjukkan kemampuan penalaran yang canggih, dan keputusannya untuk dibuka secara bebas bagi pengembang turut mengganggu dominasi pendekatan konvensional "bigger is better" ala Silicon Valley, yang selama ini mengandalkan infrastruktur besar dan data masif.
"Kami ingin membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan dana besar atau monopoli data," ujar salah satu eksekutif DeepSeek dalam wawancaranya dengan Bloomberg.
Produk selanjutnya, DeepSeek R2, dirancang khusus untuk pasar agen AI, sebuah lini teknologi yang dianggap sebagai evolusi selanjutnya dari kecerdasan buatan.
Berbeda dari chatbot biasa seperti ChatGPT atau Gemini yang hanya menghasilkan teks responsif, agen AI dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan nyata, mulai dari merencanakan liburan, debugging perangkat lunak, hingga mengatur alur kerja bisnis secara otonom.
Langkah ini menempatkan DeepSeek sejajar dengan pesaing global seperti OpenAI (AS), Anthropic (AS), hingga Mistral (Prancis) yang telah lebih dulu mengeksplorasi konsep agen AI melalui produk mereka masing-masing.
Dengan rencana peluncuran DeepSeek R2 pada kuartal akhir 2025, perusahaan berbasis di Tiongkok ini secara terang-terangan menunjukkan ambisi untuk menggoyang dominasi teknologi AI yang selama ini dipegang oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
"Kami melihat agen AI sebagai frontier baru, bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai platform kerja masa depan," ungkap DeepSeek dalam pernyataan resminya.
Meski demikian, DeepSeek juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pembatasan dan pelarangan di beberapa negara terkait isu privasi, pengawasan, dan keamanan data.
SENTUL, BOGOR Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Se
NASIONAL
BOGOR Turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup signifikan pekan lalu dan berlanjut pada pembukaan perdagangan hari ini mem
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menyatakan Aiptu Ikhwan, anggota Bhabinkamtibmas yang sempat viral terkait tudingan penganiayaan terhadap Suder
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Antam logam mulia kembali melonjak signifikan pada perdagangan Senin (2/2/2026), menembus level psikologis Rp 3 juta
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah melemah pada pembukaan perdagangan, Senin (2/2/2026). Berdasarkan data Bl
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Perdagangan mencatat kenaikan harga referensi crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah pada Februari 202
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam pada pembukaan perdagangan Senin (2/2/2026). IHSG tercatat be
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo kepada Pold
HUKUM DAN KRIMINAL
GIANYAR Polres Gianyar menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Agung 2026 di Lapangan Apel Tri Brata, Senin (2/2/2026). Apel di
NASIONAL
JAKARTA CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan institusi asing berpeluang menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) s
EKONOMI