BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

BI Kalbar Dorong Jurnalis Kuasai AI, Siap Hadapi Era Digitalisasi Media

gusWedha - Sabtu, 13 September 2025 13:32 WIB
BI Kalbar Dorong Jurnalis Kuasai AI, Siap Hadapi Era Digitalisasi Media
BI Kalbar menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan diskusi bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme" yang digelar di Hotel Harris Seminyak, Bali, pada Jumat (12/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DENPASAR — Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mendorong para jurnalis untuk menguasai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam praktik jurnalistik.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan pelatihan dan diskusi bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan AI dalam Jurnalisme" yang digelar di Hotel Harris Seminyak, Bali, pada Jumat (12/9/2025).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BI Kalbar bekerja sama dengan platform edukasi Belajarlagi, dan diikuti secara antusias oleh para jurnalis dari berbagai media di Kalimantan Barat.

Baca Juga:
Dalam sesi pelatihan, Haresti Asysy Amrihani, praktisi media sekaligus kandidat doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), menyampaikan bahwa kehadiran AI seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman yang akan menggantikan profesi jurnalis, melainkan sebagai alat bantu yang mempercepat dan menyederhanakan proses kerja jurnalistik.

"AI dalam jurnalisme bukan musuh. Justru, ia bisa membantu mulai dari proses penerjemahan, editing, pencarian ide tulisan, hingga transkripsi wawancara atau dialog panjang," ujar Haresti.

Haresti menjelaskan, meskipun penerapan AI di industri media Indonesia belum merata, namun beberapa media telah menggunakan teknologi ini dalam berbagai proses redaksional.

Ia juga menekankan pentingnya memahami prinsip-prinsip etika dan kehati-hatian dalam penggunaannya.

"Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan No. 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik. Ini menunjukkan bahwa penggunaan AI sudah menjadi perhatian serius dalam dunia pers," tambahnya.

Namun, ia juga mengkritisi bahwa peraturan tersebut masih terlalu umum dan belum dilengkapi dengan panduan teknis yang praktis bagi para jurnalis di lapangan.

Meskipun AI menawarkan efisiensi dalam berbagai aspek, Haresti mengingatkan bahwa peran manusia tetap krusial terutama dalam proses verifikasi dan penilaian etis terhadap informasi.

"AI bisa bantu transkrip dan editing, tapi tetap harus dicek ulang dengan sumber yang kredibel. Tidak boleh sepenuhnya menyerahkan proses jurnalistik kepada mesin," jelasnya.

Para peserta pelatihan tak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI dalam penulisan berita, editing naskah, hingga pengecekan fakta dengan berbagai tools digital yang tersedia.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan literasi digital jurnalis, khususnya dalam menghadapi transformasi teknologi yang semakin cepat dan dinamis.

Melalui kegiatan ini, BI Kalbar menunjukkan komitmennya dalam mendorong adaptasi digital di sektor media, seiring dengan transformasi teknologi yang menuntut jurnalis untuk lebih tanggap dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Kami ingin jurnalis di Kalimantan Barat tidak hanya jadi konsumen teknologi, tapi juga pelaku yang melek digital, etis, dan siap bersaing di era informasi berbasis AI," ujar perwakilan BI Kalbar dalam sambutannya.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Peduli Kesehatan Lansia, Lapas Labuhan Ruku Bagikan Susu dan Perlengkapan Mandi
Satelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit, Indonesia Perkuat Posisi di Industri Antariksa Global
Bukan Sekadar Pintar, Ini Skill yang Dicari Perusahaan di Era Digital!
Saldo DANA Gratis Rp123.000 Siang Ini, Begini Cara Klaimnya Lewat Fitur Resmi
Menteri HAM Usulkan DPR dan Kantor Pemerintahan Punya Pusat Demokrasi untuk Aksi Unjuk Rasa
Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 13 September 2025, Klaim Pemain 104+ dan Gems Gratis!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru