Meta, misalnya, telah mengusulkan penggunaan foto yang diunggah ke Facebook untuk pelatihan AI, sementara Anthropic menggunakan percakapan pengguna dengan Claude AI untuk tujuan serupa.
Seperti halnya manusia belajar dari buku dan pengalaman, AI juga membutuhkan "bahan ajar" berupa teks, gambar, dan interaksi pengguna. Inilah sebabnya platform-platform besar berlomba-lomba mengoptimalkan aset data yang mereka miliki.
Namun, meningkatnya sorotan publik terhadap privasi dan transparansi memaksa perusahaan untuk lebih berhati-hati. Sejumlah pengembang AI bahkan mulai menghadapi gugatan hukum atas dugaan penggunaan data tanpa izin.
Langkah LinkedIn memberikan opsi opt out ini dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya tuntutan akan akuntabilitas dan kontrol pengguna atas datanya. Meski begitu, belum semua pengguna mengetahui keberadaan pengaturan ini, yang membuat edukasi publik menjadi aspek penting ke depannya.
Kebijakan baru ini menunjukkan bagaimana kecanggihan AI bertumpu pada keterbukaan data, namun harus diimbangi dengan transparansi dan perlindungan privasi.