BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

LinkedIn Umumkan Gunakan Data Publik untuk Latih AI, Ini Cara Menolaknya

Raman Krisna - Sabtu, 27 September 2025 13:25 WIB
LinkedIn Umumkan Gunakan Data Publik untuk Latih AI, Ini Cara Menolaknya
Logo LinkedIn. (foto: Reuters)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA LinkedIn mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan penggunaan data publik pengguna, seperti profil dan unggahan, untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) generatif milik mereka.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna, meskipun platform profesional milik Microsoft itu menegaskan bahwa pesan pribadi tidak akan ikut diproses.

Dalam pernyataan resminya, LinkedIn menyebutkan bahwa data yang digunakan mencakup informasi dari profil pengguna serta konten publik yang dibagikan di platform.

Baca Juga:
Namun, data tersebut digunakan dengan dasar "kepentingan sah" dan tidak mencakup komunikasi bersifat privat.

"Data ini dapat mencakup detail dari profil Anda dan konten publik yang Anda posting di LinkedIn; namun tidak termasuk pesan pribadi," tulis LinkedIn dalam laman pusat bantuan resminya.

Berbeda dari beberapa platform lain, LinkedIn memberikan opsi bagi pengguna untuk keluar dari skema pelatihan AI ini.

Pengguna dapat menonaktifkan penggunaan data mereka melalui menu pengaturan.

Langkahnya pun cukup sederhana:

- Masuk ke akun LinkedIn

- Buka menu Settings & Privacy

- Pilih tab Data Privacy

- Klik opsi Data for Generative AI Improvement

- Nonaktifkan pengaturan "Use my data for training content creation AI models"

Namun, LinkedIn menambahkan catatan penting: kebijakan ini tidak berlaku surut.

Artinya, data yang sudah digunakan sebelum opt out tidak akan bisa ditarik kembali. Penghentian hanya berlaku untuk data baru setelah fitur tersebut dinonaktifkan.

Kebijakan ini sejalan dengan tren yang berkembang di industri teknologi. Banyak perusahaan kini memanfaatkan data pengguna untuk mengembangkan model AI yang semakin canggih.

Meta, misalnya, telah mengusulkan penggunaan foto yang diunggah ke Facebook untuk pelatihan AI, sementara Anthropic menggunakan percakapan pengguna dengan Claude AI untuk tujuan serupa.

Seperti halnya manusia belajar dari buku dan pengalaman, AI juga membutuhkan "bahan ajar" berupa teks, gambar, dan interaksi pengguna.

Inilah sebabnya platform-platform besar berlomba-lomba mengoptimalkan aset data yang mereka miliki.

Namun, meningkatnya sorotan publik terhadap privasi dan transparansi memaksa perusahaan untuk lebih berhati-hati.

Sejumlah pengembang AI bahkan mulai menghadapi gugatan hukum atas dugaan penggunaan data tanpa izin.

Langkah LinkedIn memberikan opsi opt out ini dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya tuntutan akan akuntabilitas dan kontrol pengguna atas datanya.

Meski begitu, belum semua pengguna mengetahui keberadaan pengaturan ini, yang membuat edukasi publik menjadi aspek penting ke depannya.

Kebijakan baru ini menunjukkan bagaimana kecanggihan AI bertumpu pada keterbukaan data, namun harus diimbangi dengan transparansi dan perlindungan privasi.

LinkedIn tampaknya berusaha menavigasi jalur tengah: memanfaatkan data untuk inovasi tanpa mengabaikan hak pengguna.

Tinggal bagaimana para pengguna menyikapi dan memanfaatkan kendali yang diberikan.*

(vo/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prediksi Line Up Persita vs Persib: Adam Przybek Potensi Debut di Super League 2025-2026
Heboh! Lisa Mariana Sebut Ridwan Kamil Punya Lima Wanita Simpanan, Desak KPK Turun Tangan
Menteri Meutya Hafid Sebut 2.333 Desa Belum Terhubung Internet, Dorong Kolaborasi Percepatan Digitalisasi
Volvo Resmi Luncurkan SUV XC70 Terbaru di China dengan Harga Promosi Rp622 Juta
Indonesia Peringati Hari Kereta Api Nasional ke-80, Simbol Perjuangan dan Transportasi Ramah Lingkungan
Bobby Nasution Jawab Keluhan Warga Bahorok dengan Perbaikan Jalan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru