Krisis Pangan Global Mengintai, Mentan Amran Sebut Konglomerat Dunia Diam-diam Serbu Sektor Pertanian
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
LAMPUNG SELATAN – Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) berhasil mengembangkan inovasi teknologi monitoring dan pengontrol otomatis tambak udang berbasis Internet of Things (IoT).
Teknologi ini meliputi sistem pakan otomatis, kontrol aerator, serta monitoring kualitas air (pH, suhu, salinitas, kekeruhan) secara real-time, yang dapat diakses dari jarak jauh melalui aplikasi smartphone "App Smart Farm".
Inovasi ini diharapkan dapat mendukung Provinsi Lampung, salah satu lumbung udang terbesar di dunia, dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya udang.Baca Juga:
Ketua tim peneliti, Aidil Afriansyah, S.Kom., M.Kom, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari permasalahan fundamental petambak, yakni pemberian pakan manual yang sering tidak akurat, menimbulkan pemborosan, dan sisa pakan yang menumpuk dapat meningkatkan kadar amonia serta menurunkan kualitas air.
Selain itu, penggunaan aerator terus-menerus tanpa kontrol presisi juga menimbulkan pemborosan energi listrik.
"Inovasi utama kami bukan hanya pada otomatisasi, tetapi juga keberlanjutan sumber energi. Kami mengintegrasikan panel surya dan turbin angin untuk menyuplai seluruh kebutuhan listrik sistem, mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan menekan biaya operasional, khususnya di lokasi terpencil," ujar Aidil.
Prototipe teknologi ini telah diuji coba di CV Sebalang Berkah, Desa Tarahan, Katibung, Lampung Selatan, pada Senin (6/10/2025) dan disosialisasikan kepada 30 petambak, termasuk pemilik perusahaan Diang Adistya.
Diang mengapresiasi inovasi ini:"Teknologi ini adalah jawaban yang kami butuhkan. Memantau dan mengontrol tambak dari mana saja akan mengubah cara kami bekerja. Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga keberlanjutan untuk kualitas dan produktivitas budidaya udang," katanya.
Riset yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 ini melibatkan survei, pengembangan sistem, hingga instalasi dan pengujian di laboratorium dan lapangan.
Mahasiswa Itera juga turut terlibat langsung, antara lain Rizki Esa Fadillah, Dimas Saputra, Sikah Nubuhatul Ilmi, Habbi Widagdo, Sultan Fakhri, dan Andreyan Renaldi.
Validitas sistem diuji oleh tim ahli eksternal dari Universitas Lampung, termasuk Dr. Munti Sarida, S.Pi., M.Sc., yang menilai sensor kualitas air memiliki konsistensi dan akurasi tinggi dibandingkan alat laboratorium.
Pakar Sistem Tenaga Listrik, Herri Gusmedi, S.T., M.T., menegaskan integrasi energi terbarukan sebagai solusi berkelanjutan yang efisien, sementara pakar Informatika Industri, Ir. Resty Annisa, S.ST., M.Kom., memastikan perangkat keras dan lunak berfungsi optimal.
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus memperkuat tata kelola aset daera
PEMERINTAHAN
ACEH TENGAH Sejumlah desa di lima kecamatan di Aceh Tengah kembali dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan terse
PERISTIWA
GAZA Serangan udara kembali dilancarkan Israel Defense Forces (IDF) ke wilayah Jalur Gaza pada Senin, 6 April 2026, di tengah berlangsun
INTERNASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan merespons santai video viral pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung soal menjatuhkan Presiden Pra
NASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Saiful Mujani angkat bicara terkait potongan video viral yang menampilkan dirinya berbicara soal menjatuhkan
POLITIK
JAKARTA Isu perombakan Kabinet Merah Putih mencuat di tengah dinamika politik dan tekanan geopolitik global. Pihak Istana Kepresidenan m
NASIONAL
JAKARTA Mantan staf khusus Presiden ke7 RI, Andi Taufan Garuda Putra, menyatakan tidak mengetahui pokok perkara dalam kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinamika internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Medan kembali mencuat. Kader akar rumput PDIP Medan Amplas,
POLITIK
JAKARTA Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara tengah menjadi sorotan tajam setelah sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan
HUKUM DAN KRIMINAL