Selat Hormuz Dibuka, AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Sementara
JAKARTA Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditandai dengan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat H
INTERNASIONAL
JAKARTA— PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat transformasi digital di sektor energi melalui inovasi "Transforming Subsidized Energy Distribution Through Smart Use of Artificial Intelligence".
Program yang dikenal dengan nama Subsidi Tepat ini memanfaatkan teknologi Generative AI (Gen-AI) untuk memastikan penyaluran energi bersubsidi lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, mengatakan bahwa langkah digitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan pemerataan energi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.Baca Juga:
"Inovasi digital seperti Program Subsidi Tepat bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana kami memastikan manfaat energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak," ujar Harsono dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2025).
Atas implementasi teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut, Pertamina Patra Niaga berhasil meraih Indonesia Technology Excellence Awards (ITEA) 2025 untuk kategori Artificial Intelligence in Oil & Gas Industry.
Penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh The Asian Business Review itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi teknologi dan data dalam operasional bisnisnya.
Pengakuan ini menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan sistem distribusi energi bersubsidi yang lebih transparan dan akuntabel.
Sejak diterapkan pada Agustus 2024, sistem Subsidi Tepat berbasis AI telah mengotomasi proses verifikasi data pengguna dan kendaraan, mempercepat validasi transaksi, serta meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.
"Teknologi AI membantu kami menjaga akuntabilitas penyaluran energi, sehingga subsidi dapat sampai ke masyarakat dengan tepat sasaran," tutur Harsono.
Penerapan sistem ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan penyaluran subsidi yang lebih tepat, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menikmati manfaat energi secara langsung tanpa kebocoran atau penyalahgunaan.
Harsono menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan visi Pertamina Group untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia yang adaptif terhadap transformasi digital dan berorientasi pada keberlanjutan.
"Kami percaya transformasi digital adalah kunci menuju efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan dalam industri energi," tambahnya.*
(mt/mt)
JAKARTA Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditandai dengan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat H
INTERNASIONAL
BINJAI Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional PrabowoGibran Sport, EW Gurky, mengapresiasi kinerja Polres Binjai yang berhasil mengungk
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil mengungkap enam kasus peredaran narkotika dalam kurun waktu sepekan, sejak 1 hingga
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Program kelas tambahan di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan yang sempat disorot terkait dugaan pungutan biaya, mendapat tangga
PENDIDIKAN
JAKARTA Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Gamsunoro dan Pertamina Pride, hingga kini belum dapat melintas di Selat Hormuz. Meski d
EKONOMI
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Jusuf Kalla (JK) menilai polemik ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah berlangsung t
POLITIK
SIAK Insiden tragis terjadi saat ujian praktik sains di SMP Islamic Center Siak, Riau. Seorang pelajar kelas IX berinisial MA (15) menin
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,77 triliun dari APBN untuk menahan kenaikan biaya haji 2026 di tengah lonjakan harga av
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera mengambil sumpah hakim konstitusi pengganti Anwar Usman serta anggota Ombudsman RI da
NASIONAL
JAKARTA Bank Indonesia (BI) akan menyetorkan sisa surplus anggaran tahun buku 2025 sebesar Rp40 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut a
EKONOMI