Mengutip Smithsonian Magazine, sejumlah fenomena langit yang patut dicatat antara lain:
- Jupiter di Titik Oposisi (10 Januari) – Planet gas raksasa ini akan tampak lebih terang dan besar, mudah diamati dengan mata telanjang atau teropong.
- Parade Planet (Akhir Februari) – Enam planet, termasuk Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus, akan tampak sejajar setelah Matahari terbenam.
- Gerhana Bulan Total (3 Maret) – Bulan akan tampak merah saat tertutup bayangan Bumi, fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon.
- Hujan Meteor Lyrid (21-22 April) – Puluhan meteor per jam akan menghiasi langit malam.
- Gerhana Matahari Total (12 Agustus) – Jalur totalitas melewati Greenland, Islandia, dan bagian barat Eropa, termasuk Portugal dan Spanyol, memungkinkan pengamatan korona Matahari secara langsung.
- Hujan Meteor Perseid (12-13 Agustus) – Bertepatan dengan fase Bulan baru, hujan meteor ini diprediksi mencapai ratusan meteor per jam.
- Venus Mencapai Puncak Kecerahan (18 September) – Planet ini akan menjadi objek paling terang di langit sore atau malam hari.
- Rangkaian Hujan Meteor Akhir Tahun – Orionid (Oktober), Leonid (November), dan Geminid (Desember) menawarkan pemandangan langit yang memukau.
- Supermoon Terdekat Tahun Ini (23 Desember) – Bulan purnama akan terlihat lebih besar dan terang dari biasanya.
Fenomena langit lainnya sepanjang tahun termasuk konjungsi planet dan Bulan yang muncul dekat bintang terang, yang dapat dinikmati dengan teleskop atau mata telanjang dari lokasi minim polusi cahaya.*