BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Prabowo Uji Genteng Komposit BRIN di Istana, Dibanting dan Diinjak Tetap Utuh

Nurul - Jumat, 07 Agustus 2026 10:52 WIB
Prabowo Uji Genteng Komposit BRIN di Istana, Dibanting dan Diinjak Tetap Utuh
Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menghadiri pameran hasil riset yang dipresentasikan 150 peneliti BRIN di Istana Negara, Kamis (7/8/2026). (Foto: Tangkapan La
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menghadiri pameran hasil riset yang dipresentasikan 150 peneliti BRIN di Istana Negara, Kamis (7/8/2026). Genteng berbahan komposit biomassa itu tetap utuh meski dibanting ke lantai dan diinjak beberapa kali.

Momen tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo mengunjungi salah satu stan pameran inovasi BRIN. Peneliti BRIN, Sukma Surya Kusumah, mempersilakan Presiden menguji langsung kekuatan genteng yang dikembangkan dari campuran biomassa, termasuk sabut kelapa.

"Bisa dilempar Pak. Kalau diinjak juga silakan Pak," ujar Sukma saat memperkenalkan produknya.

Baca Juga:

Prabowo kemudian membanting genteng berwarna hitam kecokelatan itu ke lantai sebelum menginjaknya beberapa kali. Hasilnya, genteng tetap dalam kondisi utuh tanpa mengalami kerusakan.

"Nah tuh, tidak pecah," kata Sukma usai melihat hasil pengujian langsung oleh Presiden.

Selain menunjukkan ketahanan produk, Sukma juga memaparkan harga genteng komposit tersebut. Saat ini, biaya produksi masih sekitar Rp26.000 per keping. Namun, menurutnya harga tersebut berpotensi turun apabila diproduksi secara massal.

"Biayanya Rp26.000 per keping. Kalau kapasitas produksinya lebih besar, harganya bisa lebih murah lagi," jelasnya.

Ia memperkirakan harga jual dapat ditekan hingga mendekati Rp10.000 per keping, sehingga lebih kompetitif dengan genteng konvensional yang saat ini dijual sekitar Rp7.000 per keping.

BRIN menjelaskan, genteng komposit biomassa dikembangkan sebagai alternatif material bangunan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Produk ini dirancang untuk menggantikan penggunaan material yang berpotensi membahayakan kesehatan, seperti genteng berbahan asbes.

Selain ringan, genteng tersebut juga memiliki daya tahan tinggi. Bobotnya hanya sekitar 4 kilogram per meter persegi, jauh lebih ringan dibandingkan genteng tanah liat yang mencapai sekitar 32 kilogram per meter persegi. Meski demikian, material ini diklaim mampu menopang beban hingga sekitar 50 kilogram sehingga aman diinjak saat proses perawatan atap.

Tak hanya itu, genteng komposit BRIN juga memiliki ketahanan terhadap air, lebih tahan terhadap api karena laju pembakarannya lebih lambat, serta masuk dalam kategori material bangunan ramah lingkungan yang mendukung pengembangan konstruksi berkelanjutan di Indonesia.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satelit Buatan China Sukses Mengorbit, BRIN Klaim Data RI Aman
Kutip Pesan BJ Habibie, Prabowo: Indonesia Tak Perlu Takut, Ada Jutaan Orang Pintar yang Bisa Bangun Bangsa
BRIN Pamer Robot hingga Kendaraan Listrik Otonom di Hadapan Prabowo, Istana: Indonesia Mampu Jawab Kebutuhan Strategis Bangsa
Prabowo Terima Paparan 12 Klaster Riset BRIN, Inovasi Pangan hingga Nuklir Jadi Sorotan
Prabowo Panggil Peneliti BRIN ke Istana, Ada Apa Siang Ini?
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Pimpinan Danantara hingga Wakil Kepala BRIN ke Istana, Bahas Apa?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru