BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

RI Kembangkan Nuklir buat Obat Kanker hingga Awetkan Buah, Ini Buktinya!

Adelia Syafitri - Jumat, 07 Agustus 2026 14:39 WIB
RI Kembangkan Nuklir buat Obat Kanker hingga Awetkan Buah, Ini Buktinya!
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menampilkan hasil riset terkait teknologi nuklir di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan teknologi nuklir yang dipamerkan tersebut ditujukan untuk kepentingan energi dan kesehatan.

"Kalau berkaitan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke masalah untuk, selain penelitian, untuk kepentingan energi ya dan kesehatan," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Prasetyo menjelaskan, penelitian tersebut terkait dengan kemungkinan pemanfaatan nuklir untuk pembangkit listrik, selain juga pengembangan teknologi nuklir di bidang medis. "Jadi, misalnya untuk mungkinkah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, atau mungkinkah peralatan alutsista berbahan nuklir, dan kesehatan terutama, medis, ya," ujarnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Kepala BRIN Arif Satria menyebut teknologi yang ditampilkan termasuk dalam kategori nuklir damai yang bertujuan untuk energi, pangan, hingga kesehatan. "Nuklir itu kan tidak hanya untuk energi, nuklir ini termasuk untuk pangan, nuklir untuk kesehatan," kata Arif kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Di sektor kesehatan, BRIN tengah mengembangkan radiofarmaka, yakni obat yang mengandung zat radioaktif dan digunakan dalam dunia kedokteran nuklir untuk mendiagnosis maupun mengobati penyakit kanker. "Ini akan sangat penting untuk identifikasi cancer maupun untuk mengatasi cancer," ujar Arif.

Sementara di sektor pangan, teknologi nuklir dikembangkan untuk proses pengawetan bahan makanan, khususnya buah-buahan ekspor yang mensyaratkan proses iradiasi dari sejumlah negara tujuan. Arif menyebut fasilitas ini telah dikembangkan di Pasar Jumat dan Serpong sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas produk ekspor Indonesia.

Arif menambahkan, BRIN terus mengembangkan teknologi nuklir secara menyeluruh sebagai langkah antisipasi jika Indonesia memutuskan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di masa depan. "BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi," pungkasnya.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru