BREAKING NEWS
Rabu, 26 Agustus 2026

Heboh "Ubi Bombing" Usulan Prabowo, Benarkah Tepung Singkong Bisa Padamkan Api?

Adelia Syafitri - Selasa, 25 Agustus 2026 22:41 WIB
Heboh "Ubi Bombing" Usulan Prabowo, Benarkah Tepung Singkong Bisa Padamkan Api?
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Istilah "ubi bombing" belakangan mencuri perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan berbasis tepung ubi atau singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, apakah tepung singkong memang bisa digunakan untuk memadamkan api?

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Sumatera Selatan pada Senin (24/8/2026). Presiden meminta bahan berbasis singkong tersebut dikembangkan dan diuji dalam skala lebih besar setelah mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Listyo, bahan berbentuk tepung tersebut disebut berpotensi digunakan untuk mencegah maupun memadamkan api, terutama pada tahap awal kebakaran. Temuan itu disebut berasal dari anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dan kapasitas produksinya saat ini masih terbatas.

Baca Juga:

Prabowo kemudian meminta pengembangan dan pengujian dilakukan secara lebih besar untuk mengetahui efektivitasnya. Pemerintah juga diminta menyiapkan dukungan anggaran untuk proses riset, produksi dan pengujian bahan tersebut.

Istilah "ubi bombing" sendiri muncul sebagai analogi dari metode water bombing. Dalam konsep yang dibahas pemerintah, bahan berbasis tepung ubi atau singkong diharapkan dapat dibawa dan digunakan oleh tim pemadam di lapangan untuk membantu menangani api. Namun, efektivitasnya dalam kebakaran skala besar masih membutuhkan pengujian lebih lanjut.

Secara ilmiah, pati singkong memang pernah diteliti sebagai bagian dari material yang memiliki karakter flame-retardant. Namun, temuan tersebut tidak berarti tepung singkong biasa dapat diperlakukan sebagai bahan pemadam api utama.

Kemampuan tahan api dalam sejumlah penelitian diperoleh setelah pati singkong dimodifikasi atau dikombinasikan dengan material tambahan tertentu. Artinya, formulasi bahan dan karakteristik campurannya menjadi faktor penting dalam menentukan kemampuan terhadap api.

Karena itu, klaim bahwa "tepung ubi bisa memadamkan api" perlu ditempatkan secara hati-hati. Bahan berbasis pati singkong yang belum melalui formulasi serta pengujian khusus tidak otomatis memiliki kemampuan sebagai bahan pemadam kebakaran.

Pengujian menjadi semakin penting karena serbuk pati memiliki karakter mudah terbakar dalam kondisi tertentu. Debu bahan organik yang tersuspensi di udara juga dapat memiliki risiko pembakaran, sehingga penggunaan dalam skala besar harus memperhatikan aspek keselamatan selain efektivitas pemadaman.

Dengan demikian, "ubi bombing" saat ini lebih tepat disebut sebagai inovasi yang sedang dikembangkan dan perlu diuji, bukan teknologi pemadam karhutla yang efektivitasnya telah terbukti secara luas.

Pemerintah sendiri telah meminta BRIN dan lembaga terkait mengkaji berbagai alternatif bahan pemadam agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Pengembangan bahan berbasis singkong menjadi salah satu opsi yang akan diuji bersama metode penanganan lainnya.

Jadi, apakah ubi bombing bisa memadamkan api? Potensinya sedang diuji, tetapi tepung singkong murni belum dapat disebut sebagai bahan pemadam api yang terbukti efektif. Hasil uji skala besar nantinya akan menjadi penentu apakah inovasi tersebut benar-benar layak digunakan untuk penanganan karhutla.* (dw/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
'Jangan Omon-omon Saja!' Prabowo Kirim Menhut Cek Langsung Eksekusi Perintah Karhutla di Jambi
Ironi di Balik Asap Karhutla: Saham Sawit Malah Ngegas Usai Harga CPO Tembus Tertinggi 20 Bulan
Api di Permukaan Padam, 283 Personel Buru Bara Gambut yang Bersembunyi di Karhutla Kampar
'Negara Kita Kuat, Kita Mampu!' Prabowo Yakin Karhutla Kalimantan-Sumatera Padam Total 2 Pekan Lagi
Absen Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Menhut Raja Juli: Komunikasi Kami Tetap Baik
Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Paluta, Polisi Selidiki Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru