Polda Metro Buru Aktor Intelektual Kerusuhan Pejompongan, Massa Disebut Dibayar Rp40 Ribu
JAKARTA Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan aktor intelektual di balik pengerahan massa dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejo
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Risiko kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap masa depan manusia kembali menjadi sorotan.
Evan Hubinger, peneliti keselamatan utama di perusahaan AI Anthropic, memperingatkan adanya peluang lebih dari 10 persen bahwa perkembangan AI dapat membawa kiamat bagi seluruh manusia dalam 10 tahun mendatang.
Peringatan itu disampaikan Hubinger melalui unggahannya di platform X. Unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 10 juta kali.Baca Juga:
Menurut Hubinger, risiko yang ditimbulkan oleh model AI saat ini masih tergolong rendah.
Namun, ia mengkhawatirkan perkembangan kemampuan AI untuk mengembangkan dan memperbarui dirinya sendiri dalam waktu dekat.
Kemampuan tersebut, menurut dia, berpotensi memunculkan risiko eksistensial bagi manusia.
"Kami benar-benar percaya bahwa AI menimbulkan risiko yang dapat mengakhiri spesies manusia," ujar Hubinger.
Ia juga menyoroti persoalan AI alignment atau keselarasan AI dengan nilai dan etika manusia.
Menurutnya, hingga kini belum ada solusi yang benar-benar memadai untuk memastikan sistem AI superinteligensi tetap berada dalam kendali manusia.
"Saya percaya Anthropic telah berupaya sebaik mungkin, tetapi kami belum memiliki rencana untuk menyelesaikan masalah alignment (keselarasan etika) pada tingkat superintelijensi dan belum ada tanda-tanda ke arah sana," lanjutnya.
Pernyataan Hubinger disampaikan sebagai tanggapan terhadap unggahan Jacob Coxon, peneliti AI yang baru mengundurkan diri dari Anthropic.
Sebelumnya, Coxon juga pernah bekerja di OpenAI.
Coxon menilai persaingan pengembangan AI antara perusahaan-perusahaan teknologi saat ini telah bergerak terlalu jauh dan sulit dikendalikan.
"Tidak ada satu pun dari kedua perusahaan ini yang bertindak secara bertanggung jawab," tulis Coxon.
Ia memperingatkan bahwa perkembangan AI dapat segera menghasilkan sistem dengan kemampuan jauh melampaui manusia.
"Ini akan segera menjadi sistem supermanusia yang mampu meretas apa pun, merevolusi bidang apa pun dalam sekejap, serta memperoleh kekuatan dan sumber daya nyata," tambahnya.
Pernyataan kedua peneliti tersebut kemudian memicu reaksi dari kalangan akademisi dan pemerhati AI.
Pakar ilmu komputer yang menjadi penasihat AI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dame Wendy Hall, mengaku terkejut dengan peringatan terbuka yang disampaikan peneliti Anthropic tersebut.
Meski demikian, Hall juga mempertanyakan kemungkinan bahwa narasi mengenai ancaman AI digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran perusahaan menjelang rencana penawaran saham perdana atau IPO Anthropic dan OpenAI.
"Mengapa seseorang ingin mengatakan hal seperti itu? Saya memohon kepada para investor untuk tidak berinvestasi di perusahaan ini jika itu adalah sistem nilai mereka," kata Hall kepada BBC Radio Four.
Hall menilai perkembangan teknologi AI perlu disikapi dengan serius, terutama jika perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut sendiri mengakui adanya risiko yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Peringatan mengenai risiko AI dan pengunduran diri sejumlah peneliti juga mendorong Darren Jones, mantan Sekretaris Utama Perbendaharaan Inggris, mengirim surat kepada Perdana Menteri Andy Burnham.
Jones mendesak pemerintah membentuk traktat multilateral baru yang mengatur pengembangan AI secara aman.
"Kecuali jika pemerintah menanggapinya dengan cukup serius dan mengambil langkah nyata, pesatnya laju perkembangan dapat membuat kita menghadapi masalah sebelum sempat mengkaji apakah hal itu menjadi isu bagi kita atau tidak," tutur Jones.
Di sisi lain, Financial Times melaporkan bahwa Anthropic sempat menahan model AI terbarunya dari AI Security Institute (AISI) Inggris.
AISI merupakan salah satu lembaga yang menilai risiko keamanan AI.
Anthropic menolak memberikan komentar mengenai unggahan karyawannya maupun situasi dengan AISI.
Sementara itu, juru bicara Kantor Kabinet Inggris mengatakan pemerintah terus bekerja sama dengan mitra industri, termasuk Anthropic, untuk memastikan pengembangan model AI berlangsung lebih aman.
Upaya AI alignment yang bertujuan memastikan sistem AI mengikuti prinsip dan nilai etika manusia dinilai oleh sejumlah peneliti mulai menghadapi jalan buntu.
Kekhawatiran tersebut semakin kuat setelah muncul sejumlah insiden yang melibatkan sistem AI otonom atau agen AI.
Beberapa sistem dilaporkan telah digunakan dalam serangan siber.
OpenAI, Anthropic dan Meta juga telah mengonfirmasi adanya peretasan yang melibatkan perangkat AI mereka.
Dalam laporan keselamatan yang diterbitkan pada Agustus, Anthropic mencatat adanya indikasi awal mengenai percepatan potensi risiko AI.
Meskipun risiko AI mengambil alih sistem atau melakukan penelitian secara otonom yang merusak masih dinilai rendah, Anthropic mengaku tingkat keyakinannya terhadap penilaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
"Kami melihat tanda-tanda awal potensi percepatan," tulis Anthropic dalam laporan tersebut.
Kondisi tersebut membuat desakan agar laju pengembangan AI diperlambat semakin menguat.
Petinggi Anthropic seperti Dario Amodei dan Jared Kaplan, bersama sekitar 1.300 karyawan dari berbagai perusahaan AI, telah menandatangani surat terbuka.
Mereka meminta pemerintah Amerika Serikat mendukung upaya internasional untuk mengatur kecepatan pengembangan AI secara terukur.
Seruan kehati-hatian juga disampaikan Ilmuwan Utama OpenAI, Jakub Pachocki.
Ia meminta semua pihak menerapkan kehati-hatian ekstrem dalam menghadapi kemajuan teknologi AI.
Menurutnya, intervensi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manusia tetap memiliki kendali atas perkembangan teknologi dan masa depan AI.* (km/ad)
JAKARTA Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan aktor intelektual di balik pengerahan massa dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejo
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya memastikan tiga tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan pedagang kaca Bambang Setiawan meninggal dunia sa
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap seorang pria berinisial J (23) yang diduga memiliki narkotika jenis sabu dan eksta
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus berupaya menekan harga daging ayam yang masih tergolong tinggi di sejumlah pasar.Kepala Dinas Koperasi
EKONOMI
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengapresiasi putusan Majelis Hakim P
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Akses jalan di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengalami longsor beberapa waktu lalu. Benc
PEMERINTAHAN
JAKARTA Risiko kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap masa depan manusia kembali menjadi sorotan. Evan Hubinger, p
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan, warga
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Ketua Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (MPW ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, mengajak para cendekiawa
NASIONAL
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB dengan outlook stabil dari S&
NASIONAL