BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Oktober 2026

Nokia dan BlackBerry Tersingkir, Ini 5 Merek Smartphone Terlaris Dunia 2025

Administrator - Sabtu, 10 Oktober 2026 10:28 WIB
Nokia dan BlackBerry Tersingkir, Ini 5 Merek Smartphone Terlaris Dunia 2025
Nokia dan BlackBerry. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Persaingan pasar ponsel global berubah drastis dalam 15 tahun terakhir.

Nokia dan BlackBerry, dua merek yang pernah berjaya pada era 2010, kini tidak lagi masuk dalam daftar lima besar vendor smartphone dunia.

Sebaliknya, Apple dan Samsung berhasil memperkuat posisi hingga menjadi dua pemain terbesar di pasar ponsel pintar global.

Baca Juga:

Perubahan tersebut terlihat dari data pengiriman smartphone dunia pada 2010 dan 2025 yang dihimpun firma riset pasar International Data Corporation (IDC).

Data itu menunjukkan bukan hanya pergantian merek yang mendominasi pasar, melainkan juga pertumbuhan industri smartphone dan semakin ketatnya persaingan antarprodusen.

Pada 2010, Nokia masih menjadi penguasa pasar smartphone dunia.

Namun, 15 tahun kemudian, posisi teratas ditempati Apple, disusul Samsung.

Sementara itu, tiga produsen asal China, yakni Xiaomi, Vivo, dan Oppo, turut masuk dalam jajaran lima besar dunia.

Nokia dan BlackBerry Pernah Menguasai Pasar

Pada 2010, Nokia menempati posisi pertama sebagai vendor smartphone terbesar dunia dengan pengiriman 100,2 juta unit.

Perusahaan asal Finlandia itu menguasai 33,1 persen pangsa pasar global.

Di posisi kedua terdapat Research In Motion (RIM), perusahaan di balik merek BlackBerry.

RIM mengirimkan 48,7 juta unit perangkat dengan pangsa pasar 16,1 persen.

Apple berada di posisi ketiga dengan pengiriman 47,5 juta unit dan pangsa pasar 15,7 persen.

Samsung menempati urutan keempat dengan 23 juta unit dan pangsa pasar 7,6 persen.

Adapun posisi kelima ditempati HTC, produsen smartphone asal Taiwan, dengan pengiriman 21,5 juta unit dan pangsa pasar 7,1 persen.

Secara keseluruhan, pengiriman smartphone global pada 2010 mencapai 302,6 juta unit.

Nokia masih unggul jauh dibandingkan para pesaingnya, sementara BlackBerry menjadi salah satu pemain utama yang populer pada masa itu.

Namun, posisi tersebut tidak bertahan selamanya.

Perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan persaingan perangkat berbasis layar sentuh menjadi bagian dari perubahan besar dalam industri ponsel.

Apple dan Samsung Jadi Pemimpin Pasar Smartphone

Lima belas tahun kemudian, susunan lima besar vendor smartphone dunia berubah hampir sepenuhnya.

Apple menempati posisi pertama pada 2025 dengan pengiriman 247,8 juta unit iPhone, setara dengan pangsa pasar 19,7 persen.

Samsung berada di posisi kedua dengan pengiriman 241,2 juta unit dan pangsa pasar 19,1 persen.

Dibandingkan 2010, pengiriman iPhone meningkat lebih dari lima kali lipat, dari 47,5 juta menjadi 247,8 juta unit.

Sementara itu, pengiriman smartphone Samsung meningkat lebih dari sepuluh kali lipat, dari 23 juta menjadi 241,2 juta unit.

Meski demikian, pangsa pasar Apple pada 2025 masih lebih rendah dibandingkan dominasi Nokia pada 2010.

Nokia ketika itu menguasai 33,1 persen pasar, sedangkan Apple mencatat 19,7 persen pada 2025.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan smartphone saat ini lebih tersebar di antara berbagai produsen.

Tidak ada satu merek yang menguasai pangsa pasar sebesar Nokia pada masa kejayaannya dalam data yang dibandingkan tersebut.

Xiaomi, Vivo, dan Oppo Tembus Lima Besar

Perubahan besar lainnya adalah meningkatnya posisi produsen smartphone asal China.

Pada 2010, tidak ada merek China yang masuk dalam daftar lima besar vendor smartphone global tersebut.

Pada 2025, tiga merek asal negara itu justru berhasil menembus jajaran teratas.

Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pengiriman 165,3 juta unit dan pangsa pasar 13,1 persen.

Perusahaan yang menaungi merek Xiaomi dan Redmi itu menjadi salah satu pesaing utama Apple dan Samsung.

Di posisi keempat, Vivo mencatat pengiriman 103,9 juta unit dengan pangsa pasar 8,2 persen.

Sementara itu, Oppo berada di urutan kelima dengan pengiriman 102 juta unit dan pangsa pasar 8,1 persen.

Jika digabungkan, ketiga merek tersebut mengirimkan sekitar 371,2 juta smartphone sepanjang 2025, setara dengan 29,4 persen pasar global.

Capaian itu menunjukkan besarnya peran produsen China dalam persaingan smartphone dunia.

Mereka kini tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga menjadi pemain penting dalam industri ponsel pintar internasional.

Pasar Smartphone Tumbuh Empat Kali Lipat

Selain bergantinya merek yang mendominasi pasar, ukuran industri smartphone dunia juga meningkat tajam.

Pada 2010, pengiriman smartphone global mencapai 302,6 juta unit.

Pada 2025, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 1,26 miliar unit, atau kira-kira empat kali lipat dalam 15 tahun.

Namun, pertumbuhan tersebut tidak membuat lima vendor terbesar semakin menguasai pasar secara keseluruhan.

Pada 2010, Nokia, BlackBerry, Apple, Samsung, dan HTC secara gabungan menguasai sekitar 79,6 persen pasar smartphone global.

Sementara pada 2025, lima vendor teratas, yakni Apple, Samsung, Xiaomi, Vivo, dan Oppo, menguasai sekitar 68,2 persen pasar.

Sebaliknya, kategori produsen lain di luar lima besar mengalami peningkatan.

Pengiriman kelompok vendor tersebut bertambah dari 61,7 juta unit pada 2010 menjadi sekitar 400 juta unit pada 2025.

Pangsa pasarnya juga meningkat dari 20,4 persen menjadi sekitar 31,7 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun pasar smartphone tumbuh semakin besar, persaingan kini melibatkan lebih banyak produsen.

Apple dan Samsung memang berada di posisi teratas, tetapi sejumlah merek lain juga berhasil mengambil bagian penting dari pasar global.

Pergeseran Peta Persaingan Ponsel Dunia

Perbandingan data 2010 dan 2025 memperlihatkan bagaimana industri smartphone dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Nokia dan BlackBerry yang pernah menjadi simbol kejayaan ponsel kini tidak lagi berada di jajaran lima besar vendor smartphone dunia berdasarkan data yang dibandingkan.

Sebaliknya, Apple dan Samsung berhasil memperbesar pengiriman perangkat mereka, sementara Xiaomi, Vivo, dan Oppo tumbuh menjadi pesaing utama.

Perubahan ini juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasar tidak otomatis menjamin dominasi sebuah merek bertahan selamanya.

Inovasi produk, kemampuan mengikuti kebutuhan konsumen, dan persaingan antarprodusen menjadi bagian penting dalam perkembangan industri smartphone.

Data pengiriman tersebut dihimpun dari Visual Capitalist berdasarkan data IDC.

Angka yang digunakan merujuk pada jumlah perangkat yang dikirimkan ke pasar (shipment), bukan jumlah seluruh perangkat yang telah digunakan konsumen.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengenal Makna Ulos Batak, Bukan Sekadar Kain tetapi Simbol Doa dan Kekerabatan
HP Android Bisa Tak Aman Lagi! Ini 4 Cara Cek Sisa Umur dan Masa Update Keamanan
iPhone 18 Pro dan iPhone Duo Batal Punya RAM 16GB, Ini Alasan Apple
Jangan Sampai Tertipu! Ini Link Resmi Pre-order iPhone 18 Pro di iBox dan Digimap
Pasang Badan Jamin Keamanan Investor di AEDF 2026, Polda Aceh: Bisnis Nyaman, Ekonomi Tumbuh
Oppo F35 Pro Meluncur dengan Layar 144 Hz dan Baterai 8.000 mAh, Segini Harganya!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Saya Mundur

Saya Mundur

OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu

OPINI