Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
TAPANULI SELATAN — Kawasan perbukitan Sialagundi di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyimpan sebuah legenda misterius yang telah turun-temurun diceritakan oleh masyarakat setempat.
Bukit tersebut dikenal dengan nama Tor Simago-Mago, yang secara harfiah berarti "Gunung yang Hilang".
Berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Padangsidimpuan, Tor Simago-Mago tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, namun juga karena kisah rakyat yang menyelimutinya.
Cerita ini telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Angkola-Sipirok, sekaligus daya tarik wisata lokal yang memikat.
Legenda Cinta yang Berakhir Misterius
Dahulu kala, hubungan erat antara masyarakat Angkola dan Sipirok sering ditandai dengan pernikahan antarwilayah.
Tradisi kala itu mempertemukan mempelai di perbatasan kedua daerah, tepatnya di bukit yang kini dikenal sebagai Tor Simago-Mago.
Menurut cerita yang diwariskan, pasangan mempelai dari dua daerah ini diantar ke bukit tersebut sebagai bagian dari prosesi adat.
Namun, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi, kedua mempelai menghilang secara misterius di puncak bukit tanpa jejak.
Rombongan pengantar tidak lagi dapat melihat pasangan itu. Mereka hilang begitu saja.
Pencarian dilakukan hingga ke dalam hutan, namun hasilnya nihil.
Sampai saat ini, tidak ada yang mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi.
Peristiwa itu kemudian menumbuhkan mitos bahwa bukit tersebut memiliki kekuatan gaib dan menyimpan kisah cinta yang tak terselesaikan.
Potensi Wisata Budaya dan Alam
Selain misterinya, Tor Simago-Mago juga menawarkan panorama alam yang asri dan udara sejuk khas perbukitan Tapanuli Selatan.
Warga setempat dan pengunjung luar daerah menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata alam sekaligus ziarah budaya.
Pemerintah daerah dan pegiat wisata lokal diharapkan dapat mengembangkan potensi Tor Simago-Mago menjadi wisata berbasis sejarah dan legenda, dengan tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai tradisi.
Legenda Tor Simago-Mago mengajarkan pentingnya menjaga tradisi, menyatukan komunitas, dan menghormati nilai-nilai lokal.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa alam dan budaya di Tapanuli Selatan menyimpan banyak cerita yang layak untuk digali dan dilestarikan.*
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL