Kejar-kejaran Subuh di Medan! Polsek Sunggal Sikat 5 Remaja Geng Motor, Sajam 1 Meter Disita
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
DEPOK – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya penulisan sejarah Indonesia yang murni berasal dari sudut pandang bangsa sendiri.
Hal itu disampaikannya saat membuka Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan, bertempat di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok, Jumat (25/7/2025).
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyoroti bahwa selama ini buku-buku sejarah Indonesia masih didominasi oleh sudut pandang kolonial atau narasi lama yang belum mencerminkan semangat kedaulatan bangsa.
"Sudah lama Indonesia tidak menulis buku sejarah. Yang kita punya adalah sejarah dalam perspektif lama. Kini saatnya menulis ulang sejarah dengan sudut pandang kita sendiri sebagai bangsa Indonesia, bukan dari orang luar," ujar Fadli Zon, yang juga dikenal sebagai mantan aktivis reformasi dan alumni FIB UI.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa salah satu langkah awal yang ia tempuh setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Kebudayaan adalah memperjuangkan lahirnya kembali Direktorat Sejarah di kementeriannya.
"Direktorat sejarah sudah lama hilang, dan saya perjuangkan agar kembali hadir. Kita mesti menulis sejarah versi kita sendiri, bukan terus menerus memegang versi lama yang kerap bias kolonial," ucapnya.
Fadli juga menegaskan bahwa dalam sejarah terbarukan ini, Bangsa Indonesia harus menjadi subjek, bukan sekadar objek atau catatan dari penjajah.
Narasi seperti yang ditulis oleh pihak kolonial Belanda, yang menyebut penjajahan sebagai 'pelaksanaan ketertiban administratif', menurutnya harus diluruskan.
"Kita ingin menciptakan narasi sejarah yang memerdekakan, bukan menjajah pikiran kita. Kini waktunya kita sebagai pelaku sejarah menulis sejarah sendiri," tambah Fadli.
Dalam proyek ini, Kementerian Kebudayaan telah membentuk Tim Penulisan Sejarah Indonesia yang melibatkan 112 akademisi, termasuk profesor dan doktor sejarah dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.
Diskusi publik di UI ini menjadi seri pembuka dari rangkaian proses penulisan buku sejarah yang diperbarui, yang diharapkan akan menjadi referensi sejarah nasional yang lebih inklusif, objektif, dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.*
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ingin melahirkan sosok pemimpin baru dari kalangan kader yang terinspirasi dari perjalanan poli
POLITIK
MEDAN Tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) yang diangkut
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan revisi UndangUndang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan untuk mengatur pela
NASIONAL
JAKARTA Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan bahwa peralihan menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intellig
INTERNASIONAL
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai perlu memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput dan tidak hanya mengandalkan
NASIONAL
MEDAN Polres Tebing Tinggi menangkap seorang pemuda berinisial DV (22) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. DV diduga m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil BYD Denza dan sejumlah kendaraan terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepat di de
PERISTIWA
LANGKAT Tiga rumah warga di Dusun II, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ludes terbakar menjela
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut untuk membantu upaya
PEMERINTAHAN