Minggu Pertama Puasa, 245 KK Korban Bencana Tapsel Bisa Tinggal di Huntara Nyaman
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
BALI– Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Karya Pedudusan Alit Mlaspas, Mecaru Balik Sumpah, Rsigana, Nubung Pedagingan, dan Ngenteg Linggih di Pura Demung, Banjar Pengembungan, Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (25/10/2025).
Upacara ini merupakan rangkaian yadnya yang sarat makna spiritual bagi masyarakat Bali.
Wakil Ketua DPRD Gianyar, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, yang hadir dalam prosesi tersebut, mengatakan bahwa karya ini memiliki makna mendalam karena Pura dianggap sebagai simbol kepala jagat.Baca Juga:
"Kalau kepala sudah bersih, tentu seluruh tubuh juga akan menjadi baik. Begitu pula bila perahyangan tertata becik, maka pawongan dan pelemahan akan harmonis," ujarnya.
Asmara Putra menekankan bahwa yadnya yang dilaksanakan dengan ketulusan hati akan membawa manfaat bagi masyarakat. "Orang Bali selalu percaya tidak ada yadnya yang sia-sia. Apa yang kita aturkan dengan hati tulus kepada Beliau pasti akan kembali, bahkan lebih besar manfaatnya bagi masyarakat," kata dia.
Semangat gotong royong warga Banjar Pengembungan–Batubulan dalam mempersiapkan karya suci ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua DPRD Gianyar.
Menurutnya, keteraturan dan ketulusan dalam pelaksanaan yadnya menjadi contoh nyata penerapan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Bendesa Adat Tegaltamu, I Dewa Agung Bagus Eka Pemayun, menjelaskan bahwa persiapan karya ini telah dilakukan sejak enam bulan lalu, dengan pembuatan upakara berlangsung selama satu bulan.
Sekitar 178 kepala keluarga di Banjar Pengembungan bahu-membahu menyiapkan seluruh rangkaian upacara hingga terselenggara dengan lancar.
"Apa yang dilakukan warga ini merupakan bentuk pengorbanan suci. Semua dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran," ujar Dewa Agung Bagus Eka Pemayun. Ia berharap semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap dijaga oleh masyarakat.
Kelian Banjar Adat Pengembungan, I Ketut Sukadana, menambahkan bahwa karya ini menjadi wujud nyata penerapan filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. "Krama betul-betul dari hati membangun keinginan untuk melaksanakan upacara besar ini. Mudah-mudahan ke depan kita semakin kompak dan ajeg menjaga warisan leluhur," kata dia.
Rangkaian dudonan karya telah dimulai sejak Rabu (15/10) dan akan berlanjut hingga rangkaian karya penyineban pada Selasa (28/10).
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat Banjar Pengembungan dalam melestarikan budaya dan agama Bali.*
(M/006)
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
PADANG Delapan remaja dilaporkan terjebak air bah di Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tanga
PERISTIWA
PADANG Malam ini, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang melaksanakan salat tarawih pertama di awal Ramadan 1447 Hijriah. Salah sa
AGAMA
JAKARTA Tersangka pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, atau akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa penel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Dokter Tifa membeberkan hasil penelitiannya terkait ijazah Joko Widodo. Ia mengungkap setid
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026), menyebabkan beberapa titik kembali terendam banjir. Sal
PERISTIWA
TAPANULI TENGAH Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan banjir melanda seluruh kecamatan di wilayahnya akibat hujan merata
PERISTIWA
PEKALONGAN Amat Muzakhim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada S
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan punggahan yang digelar di Jalan
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan agar fasilitas olahraga te
OLAHRAGA