BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Hari Angklung 16 November: Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO

Adelia Syafitri - Sabtu, 15 November 2025 17:03 WIB
Hari Angklung 16 November: Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO
Anak-anak bermain angklung. (foto: netralnews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Setiap tanggal 16 November, dunia merayakan Hari Angklung Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap salah satu warisan budaya Indonesia yang telah mendunia.

Peringatan ini juga sekaligus menjadi pengingat pentingnya melestarikan alat musik tradisional yang lahir dari masyarakat Sunda, Jawa Barat.

Penetapan tanggal 16 November merujuk pada keputusan UNESCO pada 2010 yang mengakui angklung sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Baca Juga:

UNESCO menilai angklung mencerminkan nilai kebersamaan, harmoni, dan tradisi musik yang diwariskan secara turun-temurun.

"Pengakuan internasional ini membuka jalan bagi pelestarian yang lebih luas, termasuk pendidikan, pertunjukan, hingga festival angklung di berbagai negara," tulis laman resmi UNESCO.

Angklung sendiri terbuat dari pipa bambu dengan ukuran berbeda yang dilekatkan pada bingkai bambu.

Nada yang dihasilkan muncul ketika bambu digoyangkan, dan setiap pemain memegang peran penting untuk menciptakan harmoni.

Karakter kolektif ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Sunda yang menjaga tradisi.

Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memperingati Hari Angklung, mulai dari pentas massal, workshop pembuatan angklung, konser kolaborasi dengan musik modern, hingga festival angklung tingkat nasional dan internasional.

Sekolah dan komunitas budaya juga kerap mengadakan program edukasi agar generasi muda semakin mengenal dan menghargai budaya lokal ini.

Dengan momentum ini, pemerintah, komunitas, dan pegiat seni berharap pelestarian angklung terus berjalan sehingga alat musik bambu khas Indonesia ini tetap hidup dan mendapat apresiasi di kancah global.*


Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Atasi Jerawat dengan Bahan Alami: Sirih dan Mentimun, Simpel dan Aman
Deli Serdang Berpesta! Gebyar Budaya 2025 Jadi Simbol Bangkitnya Seni & Ekonomi Kreatif
Ketum JBN Fitriani Dukung Langsung Tim Walet Merah di Kompetisi Senam Kreasi Tabola Bale Bandarlampung
Bali Jadi Jembatan Persaudaraan Dunia, Gubernur Koster Apresiasi Pertukaran Budaya Long Yan
Danau Toba Siap Jadi Destinasi Super Prioritas dan Magnet Wisata Internasional, Siap Tampil di Mata Dunia!
Majelis Adat Aceh dan Masa Depan Otonomi Kultural: Meneguhkan Fondasi Perdamaian Melalui Kearifan Lokal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru