BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Menelusuri Kerajaan Tanah Jawa, Salah Satu Kerajaan Tua di Simalungun

Dharma - Kamis, 29 Januari 2026 11:02 WIB
Menelusuri Kerajaan Tanah Jawa, Salah Satu Kerajaan Tua di Simalungun
Suasana Tanah Jawa Simalungun. (Foto: https://www.kitlv.nl/)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Kerajaan Tanah Jawa merupakan salah satu kerajaan tua yang pernah berdiri di wilayah Simalungun, Sumatera Utara.

Kerajaan ini memegang peran penting dalam sistem pemerintahan tradisional Simalungun sebelum masuknya pengaruh kolonial Belanda pada abad ke-19.

Dalam buku Sejarah Simalungun: Pemerintahan Tradisional, Kolonialisme, Agama dan Adat Istiadat, sejarawan Bandar Alam Purba Tambak mencatat bahwa wilayah Simalungun pada masa awal terbagi ke dalam empat kerajaan utama yang dikenal sebagai Raja Maropat.

Baca Juga:

Keempat kerajaan tersebut adalah Silou, Tanah Jawa, Siantar, dan Panei.

"Sebelum tahun 1833 daerah Simalungun terbagi atas empat kerajaan," tulis Bandar Alam Purba Tambak.

Keempat kerajaan ini memiliki kedudukan yang sejajar, tanpa adanya satu kerajaan yang berkuasa secara mutlak atas yang lain.

Dalam sistem Raja Maropat, keseimbangan kekuasaan dijaga melalui kesepakatan adat.

Hubungan antar kerajaan dibangun atas dasar musyawarah dan penghormatan terhadap hukum adat, yang menjadi fondasi utama pemerintahan tradisional Simalungun.

Kerajaan Tanah Jawa dijalankan berdasarkan hukum adat yang kuat. Raja berperan sebagai pemimpin adat sekaligus simbol persatuan masyarakat.

Antropolog Erond L. Damanik dalam buku Struktur Sosial dan Pemerintahan Tradisional Simalungun menjelaskan bahwa raja tidak bertindak sebagai penguasa absolut.

Raja berfungsi sebagai pelaksana adat dan penjaga keteraturan sosial dalam masyarakat.

Secara genealogis, Kerajaan Tanah Jawa dipimpin oleh raja bermarga Sinaga, yang dikenal sebagai marga utama dalam struktur kekuasaan kerajaan tersebut.

Namun, dibandingkan dengan Kerajaan Siantar, catatan sejarah mengenai Tanah Jawa lebih menitikberatkan pada sistem pemerintahan dan wilayah kekuasaan, bukan pada biografi rinci para rajanya.

Perubahan besar terjadi ketika pengaruh kolonial Belanda mulai masuk ke wilayah pedalaman Sumatra Timur pada abad ke-19.

Kerajaan Tanah Jawa, seperti kerajaan-kerajaan Simalungun lainnya, perlahan kehilangan kedaulatan politiknya.

Sejarawan Anthony Reid mencatat bahwa penguasaan wilayah kerajaan di Sumatra Timur umumnya dilakukan melalui perjanjian politik, bukan melalui peperangan terbuka.

Sejak masa kolonial itu, fungsi Kerajaan Tanah Jawa mengalami pergeseran.

Kerajaan tidak lagi berperan sebagai entitas politik, melainkan sebagai lembaga adat yang tetap dihormati oleh masyarakat setempat.

Hingga kini, jejak Kerajaan Tanah Jawa masih dapat ditemui, salah satunya melalui penggunaan nama Tanah Jawa sebagai wilayah administratif di Kabupaten Simalungun.

Keberadaan Kerajaan Tanah Jawa menjadi bukti bahwa sistem pemerintahan lokal di Simalungun telah berkembang jauh sebelum lahirnya negara modern.

Warisan kerajaan ini tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga hidup dalam nilai-nilai adat dan identitas masyarakat Simalungun hingga hari ini.*


(d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Tembus Rp3,16 Juta/Gram, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa!
Kerajaan Siantar, Salah Satu Kerajaan Tua Simalungun yang Pernah Ditakuti Belanda
Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis ke Rp16.733, Investor Masih Waspada Sentimen Global
Ahok Bongkar Alasan Mundur dari Pertamina: “Beda Pandangan Politik dengan Jokowi”
Sejumlah Kader NasDem Resmi Berlabuh ke PSI: Efek Jokowi?
Kabupaten Simalungun Raih UHC 101,67%, Bukti Komitmen Pemerintah Daerah di Bidang Kesehatan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru