Bulan Bahasa Bali VIII diramaikan dengan festival penulisan Aksara Bali di berbagai media, 17 lomba wimbakara, delapan pementasan seni pertunjukan (sesolahan), tiga workshop kriyaloka, dua seminar widyatula, serta pameran Reka Aksara bertema "Transformasi Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dalam Teknologi".
Selain itu, konservasi lontar, ruang belajar ramah anak, diskusi sastra, dan penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama turut diselenggarakan.
Koster menekankan pentingnya disiplin dan kesadaran kolektif dalam penggunaan Aksara Bali.
"Jangan malu menggunakan Aksara Bali. Justru harus bangga. Kita wajib menegur jika ada pelanggaran, agar budaya ini tetap hidup," ujarnya.
Sehari setelah pembukaan tingkat provinsi, seluruh kabupaten/kota se-Bali akan melaksanakan pembukaan Bulan Bahasa Bali di wilayah masing-masing.*