BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Tradisi Songgot-Songgot: Kejutan Penuh Kasih Sayang dalam Budaya Batak

Dharma - Kamis, 12 Februari 2026 11:37 WIB
Tradisi Songgot-Songgot: Kejutan Penuh Kasih Sayang dalam Budaya Batak
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak, terdapat sebuah tradisi unik bernama songgot-songgot.

Tradisi ini berupa kejutan sederhana yang diberikan kepada orang terdekat sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional.

Budayawan Batak, Robert Sibarani, menjelaskan bahwa istilah songgot berasal dari kata "terkejut".

Baca Juga:

Namun, kejutan yang dimaksud bukan sekadar membuat kaget, melainkan memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam.

"Tradisi songgot-songgot adalah kebiasaan yang sering dilakukan orang Batak untuk membuat seseorang terkejut atas satu peristiwa yang dibuat orang lain," ujar Robert, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, tujuan dari songgot-songgot adalah membantu seseorang melupakan beban pikiran dan masalah yang sedang dihadapi.

"Makna filosofisnya adalah untuk mendapatkan satu solusi terhadap permasalahan yang dialami seseorang, agar ia bisa melupakan masalahnya," kata Robert.

Secara historis, tradisi ini telah dilakukan sejak masa nenek moyang Batak.

Biasanya, bentuk kejutan berupa pemberian makanan favorit seperti ikan mas atau daging ayam, diberikan secara diam-diam sehingga penerima merasa terkejut sekaligus senang.

Praktik ini lazim dilakukan oleh orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, maupun antar saudara.

Nilai yang terkandung dalam songgot-songgot tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga kasih sayang, kepedulian, dan empati, yang memperkuat ikatan keluarga.

Meskipun tidak selalu terkait upacara adat formal, tradisi ini tetap hidup di keseharian masyarakat Batak sebagai simbol perhatian sederhana namun bermakna.

"Songgot-songgot masih relevan hingga kini. Ini cara sederhana tapi efektif untuk menunjukkan kepedulian dan mempererat hubungan keluarga," tutup Robert.*


(d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Koster Dukung WHDI Bali, Perkuat Sinergi Pelestarian Budaya dan Tradisi Hindu
Mahasiswa Sumut Bertemu Wapres, Usulkan Ulos Masuk UNESCO dan Jadi Hari Nasional
Menbud Fadli Zon: Warisan Batak Toba Harus Dihidupkan, Bukan Sekadar Peninggalan Fisik
Ketum HBB Meledak! Pemerintah Harus “Bertobat” Kalau Masih Izinkan PT TPL Rusak Hutan dan Rampas Lahan Warga
Kosmologi Batak Toba: Alam, Leluhur, dan Tatanan Hidup yang Terhubung
Rumah Tahfiz Qur’an H Sugiat Santoso Resmi Dibangun di Simalungun, Wujud Investasi Dunia dan Akhirat bagi Generasi Penghafal Al-Qur’an
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru