Ahli Gizi Ungkap Rahasia Kenyang Lebih Lama Tanpa Sering Ngemil: Kombinasi Protein dan Serat
MEDAN Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan dapat membuat seseorang lebih sering ngemil atau makan dalam porsi berlebihan. Untuk memb
KESEHATAN
MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bangsa yang kuat adalah bangsa yang menjaga kebudayaannya.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Tradisi Petang Belimau dan Meugang Puasa menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Kamis (12/2/2026).
Acara yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.Baca Juga:
Perhelatan budaya ini dimeriahkan tarian tradisional Melayu yang memukau, diiringi busana hitam-putih dan ikat kepala khas, menciptakan harmoni gerak yang melambangkan kegembiraan masyarakat menyambut bulan suci.
Ritual inti, Mandi Belimau, menjadi momen istimewa. Wali Kota tampil mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan peci hitam, menyiramkan air rebusan limau ke kepala warga satu per satu.
Rico Waas mengajak masyarakat menjadikan tradisi ini bagian dari kehidupan sehari-hari, sebagai wujud menjaga warisan budaya yang berharga.
"Kalau kita mau kuat, intinya cuma satu: kebudayaan kita yang hidup ratusan tahun harus tetap ada di dunia modern ini," ujar Rico.
Ia menambahkan, masyarakat Medan harus percaya diri menampilkan identitas budaya Melayu yang sarat nilai sejarah dan spiritual, sebagaimana negara lain mempromosikan budaya mereka ke dunia.
Rico Waas juga menekankan bahwa keberagaman budaya di Medan merupakan kekayaan yang patut dibanggakan.
Meski bukan berlatar belakang Melayu, ia menekankan kecintaannya terhadap tradisi lokal melalui pakaian adat, pantun, dan kesenian tradisional.
"Kalau sudah cinta, itu akan menjadi kebiasaan," katanya disambut antusias hadirin.
Ia menilai kecintaan terhadap budaya menumbuhkan rasa saling menghargai antaretnis di Kota Medan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga situs budaya bersejarah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Provinsi Sumatera Utara Sukronedi, Ketua MUI Medan H. Hasan Matsum, serta unsur Kerapatan Adat Diraja Kedatukan Sunggal Serbanyaman, termasuk Datin Ampunan Sunggal, Datuk Ihram, Datuk Juanda, Tengku Mohar Om Tatok, Tengku H. Zaidi, dan Sekda Wiriya Alrahman.
Pemko Medan berkomitmen terus mempopulerkan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda, menjadikan kekayaan budaya sebagai kebanggaan nasional.*
(dh)
MEDAN Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan dapat membuat seseorang lebih sering ngemil atau makan dalam porsi berlebihan. Untuk memb
KESEHATAN
MEDAN Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Golkar, Dhody Thahir, ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut dalam perkara
HUKUM DAN KRIMINAL
TOBA Dua mahasiswi tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak dua mobil di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba
PERISTIWA
LUBUKPAKAM Sebanyak 38 siswa dari empat sekolah dasar di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan diduga mengalami keracunan s
PERISTIWA
TANJUNGBALAI Bripda SAS, anggota Polres Tanjungbalai, sedang menjalani pemeriksaan Propam setelah dipergoki warga berada di dalam sebuah m
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemp
PEMERINTAHAN
KISARAN Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs Negeri 2 Kisaran mendapat sorotan DPR
KESEHATAN
SIDIKALANG Seorang warga Sidikalang, Kabupaten Dairi, Bornok Manurung (50), meninggal dunia setelah mengalami penurunan kesadaran saat mel
PERISTIWA
SIDIKALANG Kebakaran melanda kawasan padat permukiman di Jalan Tapanuli dan Jalan Pakpak, Kelurahan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (18
PERISTIWA
DELI SERDANG Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pemuda berinisial AO (25) yang diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu
HUKUM DAN KRIMINAL