BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Gubernur Koster Tegaskan Peran Sulinggih secara Niskala: Bali Ajeg, Damai, dan Pura Terpelihara

Fira - Senin, 23 Februari 2026 07:53 WIB
Gubernur Koster Tegaskan Peran Sulinggih secara Niskala: Bali Ajeg, Damai, dan Pura Terpelihara
Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat (Dhira Sera Dharma Manah) di Sekretariat SKHDN Pusat, Denpasar, Minggu (22/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya peran para sulinggih dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala.

Pernyataan ini disampaikan saat perayaan ulang tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat (Dhira Sera Dharma Manah) di Sekretariat SKHDN Pusat, Denpasar, Minggu (22/2/2026).

Koster menekankan bahwa Bali, dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa, dibedakan dari provinsi lain melalui budaya yang menjadi cara hidup masyarakat.

Baca Juga:

Mulai dari upacara sederhana seperti saiban dan canang hingga upacara besar seperti Eka Dasa Ludra, semuanya dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi magnet bagi wisatawan.

"Bali dibedakan oleh kebudayaan yang dimiliki, dilestarikan, dan dijaga hingga saat ini. Jangan sampai kita kehilangan jati diri dan kebiasaan hidup karena mengimpor budaya asing," tegas Koster.

Ia menegaskan, perekonomian Bali tumbuh dari budaya, sehingga adat istiadat harus dijaga secara terarah untuk menghadapi berbagai ancaman.


Melalui program Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster mengajak seluruh krama Bali untuk menjaga keselarasan hidup baik secara sekala maupun niskala, mensosialisasikan tatanan adat, budaya, dan nilai-nilai sopan santun, moral, etika, serta toleransi.

"Kita harus yakin dan turut menjaga Bali melalui dresta. Para sulinggih yang menjalankan swadarma sesuai dresta Bali memberikan efek Bali ajeg, damai, dan pura terpelihara," ujarnya.

Gubernur Koster juga menegaskan bahwa dresta Bali harus dijaga agar tidak bertambah dan merusak keseimbangan adat, sementara desa adat tetap ada sebagai penjaga budaya dan ritual, terutama di tengah perkembangan zaman.

Dang Dhira Rajya/Rajya Rshi (Manggala Uttama) Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menambahkan bahwa para sulinggih se-Bali akan konsisten melaksanakan tugas dan menjaga Bali secara niskala, sehingga keseimbangan antara sekala dan niskala tercapai, membawa kedamaian dan kebaikan dalam kehidupan masyarakat.*


Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gunung Padang Akan Kembali Dibongkar, Tim Peneliti Ingin Ungkap Lapisan Budaya Ribuan Tahun
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Senin 23 Februari 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan
Dandim 1611/Badung Hadiri Pembukaan Piala Wali Kota Denpasar XVI, Dorong Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
Cawe-Cawe Gas Subsidi, Laundry Anak I Gusti Putu Artha Diduga Gunakan LPG 3 Kg
Harga Sembako di Bali Terpantau Stabil Menjelang Ramadan, Tak Ada yang Lampaui HET
Lautan Merah di Kesawan! Ribuan Warga Meriahkan Imlek 2577 Kota Medan, Rico Waas: Inilah Kekuatan Kita
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru