BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Maret 2026

Kenapa Opor Ayam Selalu Ada Saat Lebaran? Kenali Sejarah Dibalik Hidangan Ikonik Ini

Raman Krisna - Selasa, 24 Maret 2026 14:55 WIB
Kenapa Opor Ayam Selalu Ada Saat Lebaran? Kenali Sejarah Dibalik Hidangan Ikonik Ini
Opor ayam. (foto: Dok. Kecap Bango)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Opor ayam sering kali menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di banyak keluarga Indonesia.

Ketupat, opor ayam, dan lauk rumahan lainnya hampir selalu hadir di meja makan, menyajikan kehangatan yang mengingatkan pada kebersamaan dan rasa pulang.

Namun, di balik rasanya yang gurih dan mudah diterima lidah, opor ayam menyimpan sejarah panjang yang melekat erat dengan tradisi Indonesia.

Baca Juga:

Bagi banyak orang, opor ayam bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga sebuah simbol yang memanggil kembali kenangan.

Aromanya mengingatkan pada suasana pagi Lebaran di rumah, dengan keluarga yang berkumpul, serta tawa dan percakapan yang hangat.

Rasa santan yang gurih dan rempah yang kaya menjadi pengingat akan kebersamaan yang sudah lama hilang, mengembalikan rasa rindu akan kampung halaman dan masakan rumah.

Sejarah dan Asal Usul Opor Ayam

Secara umum, opor ayam dikenal sebagai hidangan Indonesia berbahan dasar ayam dan santan, yang sering disajikan bersama ketupat saat Lebaran. Meski terdengar sederhana, opor ayam bukanlah makanan baru.

Sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, mengungkapkan bahwa opor pertama kali berkembang di Jawa pada abad ke-15 hingga 16, berasal dari pengaruh kari yang lebih dulu dikenal di Nusantara.


Namun, opor memiliki ciri khas yang membedakannya dari kari. Rempah-rempah yang digunakan lebih ringan dan kuah santannya tidak sekuat kari.

Sebagai hasil dari pertemuan budaya, opor ayam menyesuaikan selera lokal dan kemudian berkembang menjadi hidangan yang begitu lekat dengan budaya Jawa.

Variasi Opor Ayam: Putih dan Kuning

Tidak hanya ada satu jenis opor ayam, namun ada dua variasi utama yang dikenal di Indonesia, yaitu opor putih dan opor kuning.

Menurut Fadly Rahman, perbedaan ini mencerminkan pengaruh budaya yang berbeda.

Opor kuning menggunakan kunyit, yang dipengaruhi oleh kuliner India, sementara opor putih lebih menonjolkan rasa santan, yang dikaitkan dengan pengaruh budaya Jawa dan Tionghoa.

Selain itu, opor juga hadir dalam tradisi Lontong Cap Go Meh dan masih sangat sering dijumpai saat perayaan Lebaran, di mana hidangan ini dipadukan dengan ketupat.

Opor Ayam: Rasa Pulang yang Tak Pernah Pudar

Namun, yang membuat opor ayam terus bertahan hingga kini bukan hanya sekadar sejarah atau variasinya.

Opor ayam juga memiliki kekuatan emosional yang mendalam, terutama saat dihidangkan di momen Lebaran. Ia menjadi simbol pertemuan keluarga dan rasa kangen akan rumah.

Setiap suapan membawa lebih dari sekadar rasa gurih – ada kenangan yang hadir bersama setiap sendoknya.

Opor ayam terus hadir di meja makan, diwariskan dari generasi ke generasi, melibatkan perasaan yang tak terucapkan.


Di tengah zaman yang serba cepat, dengan berbagai bumbu instan yang mempermudah pembuatan opor ayam, kekuatan cerita di balik hidangan ini kadang terlupakan.

Waktu yang dihabiskan untuk menyiapkan opor ayam dengan cara tradisional mungkin semakin berkurang, tetapi hidangan ini tetap mempertahankan arti yang dalam bagi banyak orang.

Lebaran mungkin tetap bisa dirayakan tanpa opor ayam, tetapi memahami sejarah dan cerita yang dibawanya memberi makna yang lebih dalam pada setiap momen yang dibagikan bersama keluarga.

Di balik rasa gurih dan santan yang kaya, opor ayam membawa rasa pulang, rasa rindu, dan kenangan indah yang terus hidup dalam setiap hidangan, dari dapur ke dapur, dan dari keluarga ke keluarga.*


(vo/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polri Terapkan One Way Nasional Siang Ini, Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Didit Prabowo Rayakan Ulang Tahun dan Silaturahmi Idulfitri dengan Megawati dan SBY
ASN Pemprov Sumut Kembali Bekerja 25 Maret 2026, Terapkan Sistem WFO dan WFH 50:50
Subsatgas Pam Tempat Keramaian Lakukan Patroli Dialogis di Pantai Mertasari, Jaga Kamtibmas Selama Operasi Ketupat Agung 2026
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai: Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Terbaru di SPBU
Pemerintah Batasi Angkutan Barang Tiga Sumbu Selama Arus Balik Lebaran, Ini Tanggalnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru