BREAKING NEWS
Minggu, 09 Agustus 2026

Kerusuhan Mei 1998: Dari Tragedi Trisakti hingga Runtuhnya Kekuasaan Soeharto

Johan - Rabu, 13 Mei 2026 21:00 WIB
Kerusuhan Mei 1998: Dari Tragedi Trisakti hingga Runtuhnya Kekuasaan Soeharto
Kerusuhan Mei 1998. (foto: AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ketua MPR saat itu, Harmoko, menyerukan agar Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Pada 19 Mei 1998, Soeharto menyatakan akan menggelar pemilu lebih cepat serta tidak mencalonkan diri kembali.

Ia juga menyampaikan rencana pembentukan komite reformasi sebagai respons atas tekanan politik yang meningkat.

Pada 20 Mei 1998, beredar rencana aksi long march mahasiswa, namun aksi tersebut tidak terlaksana. Situasi politik tetap berada dalam ketegangan tinggi.

Akhirnya, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto secara resmi mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden BJ Habibie.

Peristiwa ini menandai berakhirnya 32 tahun kekuasaan Orde Baru.

Kerugian material akibat kerusuhan selama dua hari (13–14 Mei 1998) di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,5 triliun.

Kerusuhan Mei 1998 hingga kini tercatat sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Indonesia, yang tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar, tetapi juga menjadi titik balik perubahan politik nasional menuju era reformasi.*


(km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dugaan Politik Dinasti dan Alokasi APBD Tak Tepat Sasaran di Kaltim, Prabowo Didesak Turun Tangan
Mahfud MD Ungkap Isi Pembicaraan saat Tak Sengaja Bertemu Jokowi
Jokowi Dikabarkan Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Lagi Mulai Juni 2026
BI dan Bank Negara Malaysia Perkuat Kerja Sama, Fokus Jaga Stabilitas Keuangan di Tengah Geopolitik Global
Menyusuri Jejak Tjong Yong Hian, Tokoh Tionghoa yang Berperan Besar dalam Lahirnya Kota Medan
20 Orang Tewas dalam Sebulan di Papua, Pigai Desak Solusi Politik Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru