Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Etnis Melayu dikenal sebagai salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kota Medan.
Kehadirannya merupakan bagian dari proses panjang migrasi penduduk, perkembangan kerajaan-kerajaan Melayu, hingga tumbuhnya pusat perdagangan di pesisir timur Pulau Sumatera.
Sejarawan sekaligus akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari, menjelaskan bahwa masyarakat Melayu berasal dari rumpun penutur bahasa Austronesia yang sejak lama berkembang di wilayah Sumatera.
Baca Juga:
"Secara asal-usul, etnis Melayu termasuk dalam rumpun penutur bahasa Austronesia yang tersebar luas di Pulau Sumatera, terutama dari wilayah Jambi dan Sumatera Selatan. Dari daerah asal tersebut, komunitas Melayu kemudian meluas ke berbagai kawasan lain, termasuk ke pesisir timur Sumatera Utara yang kini menjadi bagian dari Medan dan wilayah sekitarnya," ujar Ichwan Azhari.
Menurutnya, perkembangan masyarakat Melayu di Medan tidak dapat dipisahkan dari berdirinya Kesultanan Deli pada abad ke-17.
Kesultanan yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1632 itu kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat kebudayaan Melayu di Sumatera Utara.
"Dari masa inilah muncul kelompok yang dikenal sebagai Melayu Deli, yang hingga kini menjadi salah satu identitas budaya khas di Medan," ujarnya.
Berkembang di Pesisir dan Sepanjang Sungai
Pada masa awal, masyarakat Melayu Deli banyak menetap di kawasan pesisir timur Sumatera Utara serta di sepanjang aliran Sungai Deli dan Sungai Babura.
Letaknya yang strategis di dekat Selat Malaka menjadikan kawasan tersebut berkembang sebagai jalur perdagangan penting.
Ketika pemerintah kolonial Belanda membuka perkebunan tembakau dalam skala besar pada abad ke-19, Kota Medan berkembang menjadi pusat ekonomi yang dihuni berbagai kelompok etnis.
Dalam perkembangan tersebut, masyarakat Melayu tetap menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial dan budaya kota.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.