Roy Suryo Pakai Kaus “Sido Munudur”, Singgung Polemik Ijazah Gibran: Daripada Malu
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik, Roy Suryo, kembali menjadi perhatian seusai menjalani sidang lanjutan perkara yang b
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH – Sebuah obrolan santai di warung kopi tanpa agenda khusus ternyata melahirkan organisasi sosial yang kini aktif melestarikan adat, budaya, dan kegiatan kemanusiaan masyarakat Aceh di Sumatera Utara. Organisasi tersebut dikenal dengan nama TAA Cang Panah (TAA CP) Sumut.
Penggagas TAA Cang Panah, H. Zulkifli Hamzah, mengatakan organisasi itu lahir secara spontan pada Oktober 2020 saat sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, ulama, dan perantau Aceh berkumpul di sebuah warung kopi di kawasan Ujung Jalan Setiabudi atau yang dikenal sebagai Titi Bobrok, Kota Medan.
"Awalnya hanya berkumpul melepas rindu sesama perantau sambil minum kopi dan berbincang. Dari obrolan sederhana itu muncul gagasan membentuk wadah untuk menjaga adat dan budaya Aceh di perantauan," ujar Zulkifli Hamzah kepada wartawan, baru-baru ini.Baca Juga:
Menurut pria yang akrab disapa Abu Tibore itu, nama Cang Panah dipilih karena organisasi tersebut lahir dari cerita-cerita ringan di warung kopi tanpa perencanaan sebelumnya. Nama tersebut kemudian disepakati seluruh tokoh yang hadir sebagai identitas organisasi.
Saat pembentukan, sejumlah tokoh Aceh turut memberikan dukungan, di antaranya Prof. Dr. H. Hasballah Thayeb, MA, Prof. Dr. Ir. H. Bustami Syam, serta berbagai tokoh masyarakat, pengusaha, dan pensiunan.
Tak membutuhkan waktu lama, kepengurusan organisasi pun langsung dibentuk secara spontan dengan struktur yang mengadopsi istilah adat Aceh.
Dalam struktur tersebut, jabatan Wali dipegang oleh H. Zulkifli Hamzah, Panglima dijabat Kompol (Purn) M. Hasan Yusuf, sementara posisi Keurani atau sekretaris sebelumnya dijabat almarhum Abdullah Amin dan kini sedang dalam proses pergantian.
Sementara jajaran Tuha Peut diisi oleh sejumlah tokoh, yakni Prof. Dr. H. Hasballah Thayeb, MA, Prof. Dr. Ir. H. Bustami Syam, H. Ahmad Basri, H. Rudi Rudolf, H. Mansoer Amin, serta H. Hasbi Mustafa.
Selama enam tahun berdiri, TAA CP Sumut terus memfokuskan kegiatan pada bidang sosial, keagamaan, pelestarian adat dan budaya, serta aksi kemanusiaan.
Organisasi tersebut juga aktif membantu penanganan bencana, pemulangan jenazah warga Aceh di perantauan menuju kampung halaman, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya yang melibatkan relawan secara sukarela.
Selain bergerak di tingkat lokal, TAA Cang Panah juga menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas masyarakat Aceh di luar negeri, termasuk SUBA Malaysia serta komunitas warga Aceh di Kampung Yan Keudah, Malaysia.
Menurut Zulkifli Hamzah, seluruh relawan yang tergabung dalam organisasi bekerja tanpa pamrih dengan semangat gotong royong dan keikhlasan.
Baca Juga:
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik, Roy Suryo, kembali menjadi perhatian seusai menjalani sidang lanjutan perkara yang b
HUKUM DAN KRIMINAL
DEPOK Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Komjen Pol. Rudi Setiawan membenarkan adanya dugaan pesta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut dugaan manipulasi dokumen ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang dilakukan terd
HUKUM DAN KRIMINAL
LHOKSEUMAWE Korem 011/Lilawangsa menggelar upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di La
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran menegaskan TNI dan rakyat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipis
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat merupakan kekuatan utama dalam menjaga
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Indonesia mulai menghadapi ancaman melalui serangan siber, disinformasi, dan berita bohong
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap adanya pemindahan barangbarang dari bangunan klaster mewah di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) mengungkap fasilitas di dalam bangunan yang disebut sebagai klaster mewah
HUKUM DAN KRIMINAL