BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Rico Waas Ingatkan Budaya Melayu Terancam Punah, Generasi Muda Diminta Tak Melupakan Warisan Daerah

Abyadi Siregar - Jumat, 09 Oktober 2026 10:02 WIB
Rico Waas Ingatkan Budaya Melayu Terancam Punah, Generasi Muda Diminta Tak Melupakan Warisan Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng Medan, Kamis malam, 8 Oktober 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan bahwa kekayaan budaya yang hidup di Kota Medan dapat terkikis bahkan hilang jika tidak dirawat di tengah arus modernisasi.

Ia menyoroti sejumlah kesenian Melayu yang mulai jarang ditampilkan dan berpotensi tidak lagi dikenal oleh generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Rico saat membuka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng Medan, Kamis malam, 8 Oktober 2026.

Baca Juga:

Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 itu mengusung tema "Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya" dan menjadi penyelenggaraan perdana Pekan Budaya Daerah Kota Medan.

Dalam sambutannya, Rico mencontohkan tarian Dayang Nan Tujuh yang ditampilkan pada awal acara.

Menurut dia, kesenian tersebut merupakan bagian dari warisan Melayu yang perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat.

"Mayoritas mungkin 90 persen tidak pernah melihat tarian tersebut. Padahal sejatinya tarian tersebut adalah tarian asli dari Melayu yang mungkin hampir punah pada saat ini," ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar pertunjukan sesekali.

Kesenian tradisional juga perlu diperkenalkan secara berkelanjutan agar masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, mengenal warisan daerahnya.


Pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 ditandai dengan pemukulan gendang oleh Rico Waas bersama kelompok pemusik yang membawakan instrumen Rempak Mendai Melayu Deli.

Rico tampak mengikuti irama perkusi Melayu bersama para penabuh dari sanggar, termasuk ketika memainkan gensang dalam irama Melayu Deli.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan yang mengangkat tradisi musik Melayu sebagai salah satu kekayaan budaya Kota Medan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pertina Medan Ancam Tak Berangkatkan Atlet ke Porprovsu 2026, Ada Apa?
Bobby Nasution Pernah Berselisih dengan Kajari soal Dugaan Dua Oknum Jaksa Minta Uang ke 5 Kepsek di Medan, Kejati Sumut Ungkap Fakta
Selamat Jalan Tumsila! Si Kepala Emas yang Antar PSMS Medan Berjaya di Era 1960-an
Sebelum OTT KPK, Ondim Disebut Sudah Tahu Operasi di Langkat, Sopir Diminta Hubungi Yaqub
Drama Kejar-kejaran 5 Km di Medan: Polisi Bekuk Kurir Jaringan Malaysia & Sita 450 Pod Getar Narkoba
Satu Grup Bareng Persija di League Cup: Bos PSMS Medan Usung Misi Balas Dendam & Target Lolos
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru