Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dalam tradisi tersebut, ibu yang mengandung menerima ulos tertentu dan makanan sebagai bentuk perhatian keluarga.
Pemberian itu juga mengandung doa dan harapan agar ibu serta anak yang dikandungnya mendapat keselamatan hingga persalinan.
Setelah anak lahir, pemberian ulos kembali dilakukan sesuai dengan makna dan tujuan adatnya.
Dua jenis ulos yang dikenal dalam konteks tersebut adalah Ulos Bintang Maratur dan Ulos Mangiring.
Ulos Bintang Maratur berkaitan dengan harapan agar kehidupan anak berjalan teratur.
Sementara itu, Ulos Mangiring mengandung harapan agar keluarga kembali dikaruniai keturunan, termasuk hadirnya adik yang menyusul.
Dengan demikian, pemberian ulos bukan sekadar menyerahkan kain.
Di dalamnya terdapat doa, harapan, serta perhatian keluarga terhadap perjalanan hidup penerimanya.
Makna ulos juga terlihat dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat Batak, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga upacara kematian.
Dalam upacara adat, jenis dan jumlah ulos yang diberikan mengikuti ketentuan adat serta kesepakatan keluarga.
Pada tradisi Batak Toba, pihak parboru, hula-hula, atau tulang memiliki peran penting dalam pemberian ulos pada upacara tertentu.
Ulos yang digunakan dalam ritual adat juga dapat berfungsi sebagai pakaian formal tradisional.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.