Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Belum Rampung, Kadis PKPCKTR Pilih Bungkam: No Komen
MEDAN Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Februari 2026 hingga kini belum sepenuhnya dap
PEMERINTAHAN
Jakarta – Pendakwah kondang Gus Miftah, atau Miftah Maulana Habiburrahman, mengungkapkan pengalamannya yang cukup traumatis dengan es teh. Pernyataan ini disampaikan Gus Miftah dalam dakwah terbarunya yang mendapat perhatian publik. Gus Miftah sempat berhenti berdakwah setelah terlibat dalam kontroversi penghinaan terhadap pedagang es teh.
Kasus tersebut membuatnya mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden dan memicu hujatan dari warganet yang mengungkit video kontroversialnya. Dalam dakwah yang digelar baru-baru ini, Gus Miftah tampak duduk di atas panggung yang dikelilingi oleh sejumlah orang berpeci. Meskipun mengawali pembicaraannya dengan nada datar, ia segera melontarkan candaan khasnya yang memicu tawa hadirin.
“Saya masih berat untuk kembali naik panggung,” kata Gus Miftah, mengawali pembicaraannya, dikutip dari media. Tak lama kemudian, ia mengungkapkan, “Tapi karena disuguhi kopi, ya saya berangkat. Insyaallah kalau kopi saya minum, kalau es teh saya trauma.”
Candaan tersebut menuai beragam reaksi dari publik. Beberapa menganggapnya sebagai humor ringan, namun ada juga yang mengaitkannya dengan kontroversi sebelumnya yang melibatkan penghinaan terhadap penjual es teh. Kasus tersebut, yang terjadi dalam sebuah pengajian di Magelang, Jawa Tengah, sempat membuat nama Gus Miftah menjadi sorotan tajam. Ia bahkan terlibat dalam perdebatan terkait pernyataannya yang dianggap tidak pantas untuk seorang tokoh agama.
Setelah video viral tersebut, Gus Miftah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024, meski ia menyatakan bahwa keputusan tersebut bukanlah akibat tekanan pihak manapun. Gus Miftah menjelaskan bahwa keputusan mundur tersebut merupakan bentuk rasa cinta dan hormatnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun. Tetapi ini saya ambil karena rasa cinta hormat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Miftah dalam suasana emosional. Meskipun mundur dari posisi tersebut, Gus Miftah menegaskan bahwa langkahnya bukanlah akhir dari kiprahnya dalam pemerintahan Indonesia. Ia melihat keputusan ini sebagai langkah awal untuk terus berkontribusi kepada bangsa dan negara dengan cara yang lebih luas dan beragam.
(christie)
MEDAN Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Februari 2026 hingga kini belum sepenuhnya dap
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Oknum camat di Kabupaten Deli Serdang yang sempat dinonaktifkan setelah menjadi sorotan publik kini kembali aktif bertugas.
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra Dewi Situmorang
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sepakat memperketat pengawasan distribusi L
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menerima kunjungan kerja jajaran PLN UP3 Rantau Prapat di Ruang Hijau Rumah Dinas Bupati Asaha
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menyerahkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp30 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi
PEMERINTAHAN
ENDE Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak boleh menjadi pesaing bagi
EKONOMI
JAKARTA Dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengemuka. Kali ini, muncul temuan terkait pengadaan
HUKUM DAN KRIMINAL
VANCOUVER Kemenangan besar Kanada atas Qatar dengan skor 60 pada laga Grup B Piala Dunia 2026 berubah menjadi kabar duka setelah gelandan
OLAHRAGA
JAKARTA Rencana pemanfaatan ribuan motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menumpuk di gudang mendapat sorotan baru. Pe
NASIONAL