Korban Tewas Kecelakaan Maut Avanza vs KA Argo Bromo di Grobogan Bertambah Jadi Lima Orang
GROBOGAN Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara minibus pengantar jemaah haji dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek
PERISTIWA
Jakarta – Pendakwah kondang Gus Miftah, atau Miftah Maulana Habiburrahman, mengungkapkan pengalamannya yang cukup traumatis dengan es teh. Pernyataan ini disampaikan Gus Miftah dalam dakwah terbarunya yang mendapat perhatian publik. Gus Miftah sempat berhenti berdakwah setelah terlibat dalam kontroversi penghinaan terhadap pedagang es teh.
Kasus tersebut membuatnya mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden dan memicu hujatan dari warganet yang mengungkit video kontroversialnya. Dalam dakwah yang digelar baru-baru ini, Gus Miftah tampak duduk di atas panggung yang dikelilingi oleh sejumlah orang berpeci. Meskipun mengawali pembicaraannya dengan nada datar, ia segera melontarkan candaan khasnya yang memicu tawa hadirin.
“Saya masih berat untuk kembali naik panggung,” kata Gus Miftah, mengawali pembicaraannya, dikutip dari media. Tak lama kemudian, ia mengungkapkan, “Tapi karena disuguhi kopi, ya saya berangkat. Insyaallah kalau kopi saya minum, kalau es teh saya trauma.”
Candaan tersebut menuai beragam reaksi dari publik. Beberapa menganggapnya sebagai humor ringan, namun ada juga yang mengaitkannya dengan kontroversi sebelumnya yang melibatkan penghinaan terhadap penjual es teh. Kasus tersebut, yang terjadi dalam sebuah pengajian di Magelang, Jawa Tengah, sempat membuat nama Gus Miftah menjadi sorotan tajam. Ia bahkan terlibat dalam perdebatan terkait pernyataannya yang dianggap tidak pantas untuk seorang tokoh agama.
Setelah video viral tersebut, Gus Miftah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024, meski ia menyatakan bahwa keputusan tersebut bukanlah akibat tekanan pihak manapun. Gus Miftah menjelaskan bahwa keputusan mundur tersebut merupakan bentuk rasa cinta dan hormatnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun. Tetapi ini saya ambil karena rasa cinta hormat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Miftah dalam suasana emosional. Meskipun mundur dari posisi tersebut, Gus Miftah menegaskan bahwa langkahnya bukanlah akhir dari kiprahnya dalam pemerintahan Indonesia. Ia melihat keputusan ini sebagai langkah awal untuk terus berkontribusi kepada bangsa dan negara dengan cara yang lebih luas dan beragam.
(christie)
GROBOGAN Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara minibus pengantar jemaah haji dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek
PERISTIWA
JAKARTA Kepolisian masih mendalami pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik rencana aksi anarkis dalam peringatan Hari Buruh
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Suasana haru dan khidmat mewarnai pelepasan 147 calon jemaah haji asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang
NASIONAL
JAKARTA Pakar pendidikan Prof. Susanto menilai keberadaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda sebagai langkah penting dalam memperkuat sis
PENDIDIKAN
JONGGOL Warga di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan kemunculan awan berwarna menyerupai pelangi di langit pada Jumat
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto
PENDIDIKAN
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat nasional terpantau beragam pada Sabtu (2/5/2026) pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data Pu
EKONOMI
TANJUNGBALAI, 1 Mei 2026 Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, didampingi Ketua TPPKK Mashandayani Mahyaruddin, meresmikan Benayah
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi video yang diunggah politikus senior Amien Rais di kanal You
POLITIK
JAKARTA Relawan Presiden Prabowo Subianto yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) menyatakan akan menempuh langkah hukum terkait p
POLITIK