Sergai – Gelombang tinggi disertai angin kencang yang terjadi selama hampir sepekan terakhir, membuat ratusan nelayan yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai memilih untuk tidak melaut.
Salah satu nelayan tradisional, Usman menyebut, cuaca ekstrem yang belakangan terjadi membuat nelayan mengurungkan niat untuk menangkap ikan.
“Ya sudah seminggu lebih para nelayan di Kecamatan ini tidak bisa melaut disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang ditambah lagi hujan terus turun,” kata Usman, Jumat (25/11/2022).
“Lapak tangkap ikan pun sangat jauh yaitu sekitar 60 mil dari pintu Kuala Bedagai atau sekitar 7-10 jam perjalan. Maka dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat kami tidak melaut,” katanya.
Tanjung Beringin sendiri merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai nelayan.
Selain cuaca ekstrem, banjir yang memasuki rumah ribuan warga yang ada di Tanjung Beringin juga mempengaruhi nelayan mengurungkan niat untuk meninggalkan rumah.
Saat ini Tanjung Beringin menjadi wilayah terdampak banjir terparah di Kabupaten Serdang Bedagai.
Dengan kondisi ini Usman pun berharap agar pemerintah memperhatikan nasib para nelayan yang ada di Tanjung Beringin.
“Kami sangat minta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan pemerintah atasan untuk dapat mengirimkan atau memberikan bantuan sembako kepada kami yang sangat ini sangat dibutuhkan,” harapnya.
Akibat ribuan nelayan yang tidak melaut, harga ikan di lokasi tempat pendaratan ikan (TPI) Bedagai yang berlokasi di Dusun I Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin pun mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga ikan pun melonjak,seperti halnya ikan gembung Kuring seharga Rp 40 ribu per kilo, Gembung kedah Rp 25 ribu per kilo, Senangin Rp 40 ribu per kilo, Lidah Rp 40 per kilo, Gerapu Putih Rp 50 per kilo, Cumi cumi Rp 65 per kilo, Tegang Ekor Rp 30 per kilo. (Lbs)
Cuaca Buruk dan Rumah Kebanjiran, Nelayan Tanjung Beringin Sergai Sudah Sepekan Tak Melaut