Roy Suryo Klaim Ijazah Jokowi 99,9% Palsu, Pengacara Jokowi: Itu Cuma Tuduhan Tanpa Bukti
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
JAKARTA – Perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day yang jatuh pada 14 Februari selalu menjadi topik hangat, baik di dunia barat maupun Indonesia. Di Indonesia, perayaan ini kerap dilakukan oleh kalangan muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, dengan memberikan bunga atau cokelat kepada pasangan. Namun, ulama kondang Prof. KH. Yahya Zainul Ma'arif, atau yang lebih dikenal dengan Buya Yahya, menyampaikan pandangannya bahwa Valentine Day sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan adanya perayaan khusus untuk hari kasih sayang. Menurutnya, Islam mengajarkan kasih sayang setiap saat, bukan hanya pada tanggal 14 Februari. Buya Yahya menegaskan bahwa mengikuti perayaan Valentine Day dapat mengarah pada kekafiran, sebab perayaan tersebut bukanlah budaya yang diperkenalkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan, menurut Buya Yahya, merayakan Valentine Day yang berasal dari tradisi non-Islam dapat mengagungkan tokoh-tokoh kafir, yang pada gilirannya dapat menggoyahkan iman seseorang.
"Jika seseorang terlibat dalam perayaan yang tidak ada kaitannya dengan Islam, apalagi sampai mengagungkan tokoh kafir, maka perlahan bisa merusak nilai-nilai keimanan dan keislaman," ujar Buya Yahya, seperti yang dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Ia juga memperingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam ikut-ikutan merayakan Valentine Day. Meskipun perayaan ini tidak langsung menjadikan seseorang kafir, mendekatkan diri dengan budaya non-Islam berisiko menggeser keyakinan yang telah dianut. "Akan tetapi, mengagungkan syiar orang kafir bisa memengaruhi hati dan bisa mengarah pada kekafiran," tambah Buya Yahya.
Buya Yahya lebih lanjut menyarankan umat Islam untuk tidak terjebak dalam perayaan Valentine Day. Ia mengatakan, jika ingin merayakan kasih sayang, hal itu bisa dilakukan dengan cara yang lebih sesuai dengan ajaran Islam, seperti melalui dzikir dan doa. Namun, ia menegaskan bahwa perayaan tersebut sebaiknya tidak disebut sebagai Valentine Day karena dapat menimbulkan kesan bahwa perayaan tersebut halal dalam pandangan Islam.
Buya Yahya juga memperingatkan agar orang tua membentengi anak-anak mereka dari perayaan Valentine Day, karena hal ini dapat membentuk pola pikir yang salah. "Jika kebanggaan terhadap Valentine Day lebih besar daripada kebanggaan terhadap agama Islam, ini bisa menjerumuskan seseorang dalam kemunafikan," ujar Buya Yahya dengan tegas.
(tb/n14)
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kementerian Haji dan Umrah RI akan mempercepat penelusuran sekitar 160 calon jemaah haji yang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pelaksanaan Pesta Sinodal Paroki Padre Pio Helvetia yang dijadwalkan berlangsung
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan alasan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengajukan pencabutan Peraturan Daerah (Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan turnamen mini soccer Medan Lawyer FC Cup III Ta
OLAHRAGA
KARO Hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan
KESEHATAN
DELI SERDANG Akses lalu lintas warga di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) lump
PERISTIWA
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam memberantas jaringan peredaran gelap nark
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH UTARA Senyum bahagia terpancar dari wajah Katratunida, seorang guru ngaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara
NASIONAL