Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
TASIKMALAYA – Harga cabai di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami lonjakan yang signifikan sejak awal bulan Ramadhan pada Selasa (4/3/2025).
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kenaikan harga cabai rawit domba, yang saat ini menembus harga Rp 100.000 per kilogram, menjadikannya jenis cabai termahal di pasar tersebut.
Sementara itu, cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan harga, kini dipatok antara Rp 70.000 hingga Rp 75.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan pembeli, mengingat pola kenaikan harga bahan pokok yang umumnya berlangsung hingga menjelang Lebaran.
Pembeli pun mulai mengeluhkan tren harga yang terus merangkak naik, meskipun mereka juga memahami bahwa kondisi pasokan menjadi faktor utama penyebabnya.
Menurut Imat, seorang pedagang sayur di Pasar Cikurubuk, cabai rawit domba menjadi jenis cabai yang paling banyak dicari oleh pembeli.
Hal ini disebabkan oleh tingkat kepedasannya yang lebih tinggi dibandingkan dengan cabai rawit biasa.
Meskipun harga cabai rawit domba cukup mahal, pembeli cenderung memilihnya karena penggunaan cabai ini lebih hemat.
"Cabai ini paling dicari karena pedas banget. Para pedagang lauk nasi lebih memilih cabai domba karena penggunaannya lebih irit.
Kalau cabai rawit biasa, kurang pedas, makanya harganya lebih murah," ujar Imat.
Imat menjelaskan, cabai domba memiliki ukuran yang lebih besar dan gemuk dibandingkan cabai rawit biasa yang biasanya berwarna kuning atau merah.
Karena kepedasannya yang lebih kuat, sedikit cabai domba sudah cukup untuk membuat sambal, sehingga dianggap lebih ekonomis dalam penggunaan.
Selain cabai rawit domba, jenis cabai merah juga mengalami kenaikan harga.
Sejak sepekan sebelum Ramadhan, harga cabai merah naik dari Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.
Meskipun kenaikan harga cabai merah dan cabai hijau tidak setinggi cabai rawit domba, kedua jenis cabai ini juga cukup meresahkan pembeli karena penggunaannya yang masih cukup luas dalam masakan sehari-hari.
Tata (48), pedagang cabai lainnya, mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai telah terjadi sejak sepekan sebelum Ramadhan.
"Kalau cabai domba memang lebih banyak dicari karena kepedasannya yang pas untuk berbagai jenis sambal dan masakan," tambah Tata. Kenaikan harga cabai ini turut dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan akibat musim panen yang terbatas, yang berimbas pada semakin sulitnya mendapatkan bahan pokok ini di pasaran.
Selain cabai, beberapa jenis sayuran seperti mentimun, lalapan, dan sayuran lainnya juga mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga sayuran ini dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan yang terjadi akibat musim hujan yang memengaruhi hasil panen.
Meskipun harga sayuran juga naik, lonjakan harga cabai domba menjadi sorotan utama karena angka yang cukup fantastis, yaitu mencapai Rp 100.000 per kilogram.
Kenaikan harga bahan pokok, terutama cabai, menjadi isu yang semakin diperhatikan menjelang bulan Ramadhan.
Pasokan yang terbatas akibat musim hujan dan pola permintaan yang tinggi menjelang Ramadhan membuat harga bahan pokok ini melambung tinggi.
Meskipun pembeli mengeluhkan harga yang terus merangkak naik, pedagang seperti Imat dan Tata menyebutkan bahwa kondisi ini memang sudah menjadi siklus tahunan yang terjadi di setiap periode menjelang Ramadhan.
Dengan kondisi harga bahan pokok yang terus meningkat, para pembeli berharap agar harga cabai dan sayuran dapat segera stabil, apalagi dengan adanya ancaman lonjakan harga yang dapat terus berlanjut hingga menjelang Lebaran.
((km/p)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
JAKARTA Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan komitmennya dalam memperce
EKONOMI
SUMEDANG Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (UPZ IKA Unpad) menyalurkan daging kurb
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sep
NASIONAL
MEDAN Forum Jurnalis Medan menyembelih empat ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsun
NASIONAL
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyembelih 14 ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegi
NASIONAL
PEKANBARU Penggerebekan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau, menyeret nama anak Bupati Pelalawan, Zukri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo menilai penanganan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo berlangsung terlalu lama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar membela program bantuan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Be
POLITIK
JAKARTA Permadi Arya alias Abu Janda membantah tudingan penghinaan terhadap masyarakat Sumatera Barat setelah dirinya dilaporkan ke Bare
HUKUM DAN KRIMINAL