Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
MEDAN –Tradisi Imlek yang telah berlangsung turun-temurun di kalangan masyarakat Tionghoa kini mulai mengalami perubahan, bahkan beberapa di antaranya hampir punah. Hal ini diungkapkan oleh Sujud Kusala atau yang lebih dikenal dengan Jud Ang, seorang pengamat Feng Shui di Medan, yang menyebutkan ada lima tradisi Imlek yang mulai ditinggalkan, terutama di kalangan generasi muda.
Menurut Sujud, salah satu tradisi yang hampir punah adalah tradisi mengantar dewa dapur ke langit. Pada akhir bulan terakhir tahun Imlek, keluarga Tionghoa biasa melakukan sembahyang di altar dewa dapur dengan menyalakan dupa, lilin, serta menyediakan buah dan bunga untuk menghormati dewa dapur yang dianggap sebagai pemberi rezeki. “Tradisi ini sudah mulai berkurang karena generasi muda kurang mengenal atau mempraktikkannya,” ujar Sujud kepada IDN Times.
Sujud juga menambahkan bahwa tradisi ini seharusnya menjadi momen untuk setiap anak memohon maaf atas kesalahan dan menghormati orang tua. Namun, menurutnya, masih banyak yang mengabaikan tradisi ini. “Ini adalah bentuk berbakti serta memohon doa restu untuk kesejahteraan dan keberhasilan,” tambahnya.
Selain itu, ada pula tradisi mengenakan pakaian berwarna kuning untuk pria dan merah untuk wanita pada hari pertama Imlek. Pakaian ini memiliki simbolisme sebagai lambang kebesaran Tiongkok, di mana warna kuning melambangkan jubah naga untuk Kaisar dan merah untuk jubah phoenix yang dikenakan permaisuri. Namun, di era modern, banyak orang yang lebih fleksibel dalam memilih pakaian dan tidak lagi mengikuti aturan tersebut secara ketat.
Tradisi lainnya yang semakin berkurang adalah kebiasaan membagikan dan menempelkan kaligrafi keberuntungan atau chun lian pada pintu rumah menjelang Imlek. Tradisi ini yang dulu dilakukan dengan menulis syair keberuntungan di kertas merah menggunakan kuas dan dibagikan kepada tetangga, kini sudah mulai jarang terlihat.
Terakhir, tradisi menjemput dewa rejeki atau Cai Shen Ye yang biasanya dilakukan pada tengah malam keempat Imlek, juga mulai berkurang. Sujud mengungkapkan bahwa banyak orang yang tidak kuat atau enggan bergadang untuk menjalani tradisi ini.
Sujud mengakui bahwa meskipun tradisi-tradisi tersebut mulai berkurang, hal itu bisa dimaklumi seiring dengan perkembangan zaman. Namun, ia berharap agar nilai-nilai luhur seperti menghormati orang tua dan menjaga tradisi yang bermakna tetap dilestarikan. “Alangkah bijak jika kita tetap menghormati orang tua, karena merekalah yang memiliki peran besar dalam hidup kita,” tutup Sujud.(IDN TMS SMT)
(N/014)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN