Lebaran Lebih Awal, Jemaah Naqsabandiyah Padang Salat Id Besok
PADANG Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Den
NASIONAL
JAKARTA - Goh Cheng Liang, salah satu tokoh industri paling berpengaruh di Asia dan pemilik mayoritas saham di perusahaan cat raksasa Nippon Paint, tutup usia hari ini di umur 98 tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh keluarga dalam sebuah pernyataan resmi.
Kepergian Goh bukan hanya kehilangan besar bagi dunia bisnis, tetapi juga bagi dunia kemanusiaan yang telah banyak merasakan sentuhan kebaikannya.
Pria kelahiran Singapura ini dikenal sebagai pendiri Wuthelam Group dan tokoh penting di balik ekspansi global Nippon Paint. Ia meninggal dengan warisan kekayaan yang diperkirakan mencapai US$ 13 miliar atau sekitar Rp 221 triliun. Namun jauh sebelum menjadi taipan, Goh pernah mencicipi getirnya hidup dalam kemiskinan.
Dari Kamar Sempit ke Panggung Dunia
Goh menghabiskan masa kecilnya di sebuah kamar sewaan sempit bersama orang tua dan empat saudara kandung. Hidup mereka serba kekurangan, dan untuk bertahan, Goh bahkan sempat membantu menjual jaring ikan di Johor, Malaysia, saat Perang Dunia II.
Usai kembali ke Singapura pada 1943, Goh mencoba peruntungan di bisnis minuman bersoda—yang kemudian gagal. Ia bekerja di toko perangkat keras hingga akhirnya menemukan peluang emas: membeli barel cat bekas tentara Inggris pada 1949.
Berbekal kamus Mandarin tentang bahan kimia, Goh meracik sendiri cat yang kemudian diberi nama Pigeon Brand. Keputusannya terbukti jitu. Ketika Perang Korea pecah dan impor menjadi langka, bisnis cat lokal Goh meledak di pasaran.
Langkah Besar Bersama Nippon Paint
Pada 1950-an, Goh menarik perhatian produsen cat asal Jepang, Nippon Paint. Awalnya diminta sebagai distributor, Goh perlahan membalikkan posisi—hingga akhirnya pada 1974 mendirikan Wuthelam Holdings dan menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan Jepang itu.
Kini, Wuthelam memegang hampir 60% saham Nippon Paint, menjadikannya konglomerat cat terbesar di Asia.
Filantropi sebagai Warisan Abadi
Meski bergelimang harta, Goh dikenal sebagai sosok sederhana dan rendah hati. Ia menyalurkan kekayaannya untuk membantu sesama, khususnya dalam dunia kesehatan dan pendidikan.
Tahun 1995, bersama mendiang Presiden Singapura Wee Kim Wee, ia mendirikan Goh Foundation, yayasan yang telah menjadi tulang punggung pendanaan bagi berbagai inisiatif medis, terutama dalam riset dan pengobatan kanker.
Salah satu warisan terbesarnya adalah kontribusi untuk berdirinya Pusat Kanker Nasional Singapura (NCCS) dan dukungannya terhadap penelitian kanker anak di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK.
"Kami sangat berduka atas meninggalnya Bapak Goh. Kontribusinya memberikan dampak positif yang tak ternilai bagi pasien kanker dan keluarga mereka," ujar Kepala Eksekutif NCCS, Lim Soon Thye.
Putra sulungnya, Goh Hup Jin, mengenang sang ayah sebagai pribadi yang penuh kasih dan rendah hati. "Beliau mengajarkan kami untuk menjalani hidup dengan kasih sayang dan kerendahan hati. Kami sangat beruntung karena beliau menunjukkan cara menjadi orang baik," katanya.
Dari lorong-lorong sempit Singapura hingga menapaki panggung dunia, kisah hidup Goh Cheng Liang adalah bukti bahwa ketekunan dan niat baik bisa menciptakan perubahan besar. Dunia boleh kehilangan seorang miliarder, tapi warisannya akan terus hidup dalam ribuan jiwa yang terbantu karena kebaikannya. dc
PADANG Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Den
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penundaan pengiriman pasukan Indonesia untuk misi perdamaian di Gaza,
NASIONAL
MEDAN Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara memusnahkan lima ton mangga impor asal Vietnam yang gagal memenuhi
NASIONAL
JAKARTA Besarnya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 335 triliun dalam APBN 2026 memicu kewaspadaan Badan Gizi Nasion
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Rabu (18/3/2026). Data terbaru pukul 10.00 WIB menunjukkan
EKONOMI
TEL AVIV Serangan rudal dari Iran menewaskan dua orang di wilayah pinggiran Tel Aviv, Israel, Rabu (18/3/2026). Pihak berwenang melapork
INTERNASIONAL
JAKARTA Menjelang Lebaran 2026, harga pangan mengalami lonjakan signifikan. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS)
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini pihak penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) atau biro haji khusus akan bersikap ko
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersamasama menyukseskan Pi
OLAHRAGA