BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Sheikh Hasina dan Jalan Panjang Menuju Pengadilan: Dari Krisis Jalanan hingga Menjelang Vonis

Raman Krisna - Minggu, 16 November 2025 15:21 WIB
Sheikh Hasina dan Jalan Panjang Menuju Pengadilan: Dari Krisis Jalanan hingga Menjelang Vonis
Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina. (Foto: Dok. Wikipedia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN- Setahun setelah digulingkan dari tampuk kekuasaan, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina kembali menjadi pusat perhatian publik.

Pengadilan Kejahatan Internasional Bangladesh (ICT) dijadwalkan membacakan putusan atas dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menjeratnya.

Sidang yang disebut-sebut sebagai yang paling sensitif dalam sejarah politik Bangladesh itu digelar di tengah penjagaan ketat aparat keamanan.

Baca Juga:


Krisis Juli 2024 dan Kejatuhan Hasina

Ketegangan politik Bangladesh memuncak pada Juli–Agustus 2024, ketika demonstrasi mahasiswa pecah di berbagai kota.

Gelombang protes yang bermula dari tuntutan reformasi sistem kuota pekerjaan berubah menjadi kerusuhan nasional setelah aparat keamanan diturunkan dalam skala besar.

Saksi dan kelompok HAM mendokumentasikan puluhan hingga ratusan korban, sementara pemerintah saat itu membantah menggunakan kekuatan berlebihan.

Pada 5 Agustus 2024, Hasina meninggalkan Dhaka menuju India melalui helikopter militer.

Hari itu juga, kekuasaannya berakhir.

Pemerintah transisi yang dipimpin ekonom peraih Nobel, Muhammad Yunus, kemudian menyatakan Hasina sebagai buron negara.

Namun, kubu Hasina menyebut keberangkatannya bukan pelarian, melainkan "pemindahan paksa" akibat situasi yang tak lagi kondusif.

Tuduhan Berlapis: Dari Kejahatan Kemanusiaan hingga Penghinaan Pengadilan

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ephorus HKBP Serukan Jangan Diamkan Pelanggaran HAM yang Dilakukan PT TPL
Netizen Wajib Nonton! Banjong Pisanthanakun Puji Akting Vino G. Basti dalam Film Shutter
Rudy Hermanto: Ada "Playing Victim" di Spanduk SARA, Hasyim Sebaiknya Lapor ke Polisi
Staf Kim Jong-un Bersihkan Semua Barang Usai Bertemu Putin, Cegah Intelijen Asing?
Pengacara Senior di Australia Minta Maaf karena Ajukan Dokumen Berisi Kutipan Palsu dari AI
Israel Berencana Merebut Gaza, Ribuan Orang Demo di Tel Aviv: ‘Hentikan Perang!’
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru