Atlet berusia 18 tahun itu menunjukkan dominasi di nomor gaya punggung putra, sekaligus memutus dominasi perenang senior Singapura, Quah Zheng Wen, yang telah menguasai nomor ini sejak 2015.
Medali emas pertama Jason diraih di nomor 100m gaya punggung putra, dengan catatan waktu 55,08 detik, mengungguli kompatriotnya Farrel Armandio Tangkas serta Quah Zheng Wen.
Kemenangan ini sekaligus menandai lahirnya generasi baru perenang unggulan Indonesia di kancah regional.
Keesokan harinya, Jason kembali menorehkan prestasi dengan memenangi 50m gaya punggung putra, mengalahkan Quah Zheng Wen yang harus puas di posisi kedua.
Perunggu nomor ini jatuh ke I Gede Siman Sudartawa, mantan raja gaya punggung SEA Games.
"Ini menjadi momentum bagi generasi muda Indonesia. Prestasi Jason membuktikan bahwa regenerasi atlet akuatik berjalan dengan baik," kata pelatih tim renangIndonesia.
Keberhasilan Jason tidak datang tiba-tiba. Sejak 2023, ia sudah menunjukkan potensinya dengan meraih emas di nomor 50m gaya punggung putra pada ajang SEA Age Championship.
Tahun berikutnya, Jason menambah tiga emas dalam Singapore National Age Group (SNAG) Senior Swimming Championships 2024, termasuk di nomor 50m dan 100m gaya punggung serta 100m gaya bebas.
Prestasi Jason berlanjut di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh-Sumut, di mana ia meraih 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Dua medaliemas di PON diperolehnya dari nomor estafet 4x100m gaya bebas putra dan 4x100m gaya ganti estafet putra.
Kini, Jason resmi masuk dalam daftar atlet pelatnas Indonesia, dengan target jangka panjang menghadapi Olimpiade 2028 Los Angeles dan Olimpiade 2032 Brisbane.