BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

PWNU Jakarta Panggil Pengurusnya Yang Bertemu Presiden Israel

BITVonline.com - Kamis, 18 Juli 2024 09:43 WIB
PWNU Jakarta Panggil Pengurusnya Yang Bertemu Presiden Israel
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA –Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta tengah berada dalam sorotan setelah lima tokoh NU diketahui telah mengunjungi Israel dan bertemu langsung dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Hal ini menimbulkan kehebohan dan kontroversi di kalangan umat Islam di Indonesia, termasuk di tubuh Nahdlatul Ulama sendiri.

Pengurus PWNU Jakarta, Zainal Ma’ruf, dan Mukti Ali, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM), disebut-sebut terlibat dalam organisasi “RAHIM”, yang beberapa waktu lalu telah melakukan kunjungan ke Israel tanpa izin resmi dari PBNU. Keputusan untuk bertemu dengan pemimpin negara yang selama ini dianggap sebagai musuh oleh sebagian besar umat Islam global ini, menimbulkan kecaman dan protes dari berbagai pihak, termasuk PBNU sendiri.

Ketua PWNU Jakarta, Samsul Ma’arif, mengungkapkan bahwa PWNU Jakarta telah memanggil Zainal Ma’ruf dan Mukti Ali untuk memberikan penjelasan terkait pertemuan kontroversial tersebut. Pertemuan tersebut dilakukan di kantor PWNU Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur pada hari Kamis (18/7) pukul 15.00 WIB. Namun, Samsul tidak menjelaskan secara detail apa yang akan dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut.

“Hari ini kami melakukan pertemuan dengan pengurus NU DKI. Nanti juga akan ditanya kepada pihak lain. Ini merupakan pertemuan tertutup. Saya akan memberikan informasi lebih lanjut setelah ada keputusan,” ujar Samsul kepada awak media.

Sementara itu, Sekretaris PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), telah mengeluarkan pernyataan keras terkait keberangkatan kelima tokoh NU tersebut ke Israel. Gus Ipul menegaskan bahwa mereka harus segera mengundurkan diri atau dipecat dari kepengurusan NU atas tindakan mereka yang dianggap melanggar aturan dan tidak memiliki izin resmi dari PBNU.

“Pilihan mereka adalah mengundurkan diri atau dipecat dari organisasi. Saya meminta mereka segera membuat keputusan,” tegas Gus Ipul dalam keterangannya pada Kamis (18/7).

Kelima tokoh NU yang terlibat dalam kunjungan kontroversial tersebut adalah Gus Syukron Makmun, Dr. Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania. Mereka diketahui tergabung dalam Lajnah Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta, serta memiliki keterkaitan dengan Pencak Silat Pagar Nusa dan Fatayat NU.

Dalam klarifikasi mereka, kelima tokoh muda NU tersebut mengakui bahwa keberangkatan mereka ke Israel dilakukan atas nama pribadi dan bukan mewakili lembaga manapun. Mereka menjelaskan bahwa tujuan kunjungan mereka adalah untuk berpartisipasi dalam upaya menciptakan perdamaian antara Israel dan Hamas, meskipun hal ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan di Indonesia.

“Pada dasarnya, kami telah meminta maaf atas tindakan kami yang tidak sesuai dengan prosedur. Kami sadar bahwa keberangkatan ini melanggar ketentuan. Kami berharap kejadian ini dapat dijadikan pembelajaran agar tidak terulang di masa depan,” ungkap pernyataan mereka.

Kritik terhadap tindakan kelima tokoh NU ini semakin menguat setelah terungkap bahwa perjalanan mereka didanai oleh LSM tertentu, yang agenda dialog antariman dan tidak mencantumkan jadwal pertemuan dengan Presiden Israel.

PBNU, sebagai otoritas tertinggi NU di Indonesia, menegaskan bahwa keputusan untuk memberhentikan kelima tokoh ini dari kepengurusan NU merupakan bagian dari upaya untuk menjaga konsistensi organisasi dalam menghadapi isu sensitif terkait politik luar negeri dan konflik internasional. Gus Ipul menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai pembelajaran agar tidak terulang lagi di masa mendatang.

“PBNU mengimbau kepada lembaga dan badan otonom di mana kelima tokoh ini berada untuk segera mengambil tindakan atas pelanggaran ini dengan memberikan dua pilihan: mengundurkan diri secara sukarela atau diberhentikan,” pungkas Gus Ipul.

Dengan demikian, keputusan nasib kelima tokoh NU ini kini menjadi sorotan utama dalam internal NU, sementara masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses evaluasi dan keputusan yang diambil oleh PWNU dan PBNU terkait insiden kontroversial ini.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru