Kerap Disiksa Bibi, Dua Bocah di Dairi Kini Jalani Perawatan dan Trauma Healing
DAIRI Dua bocah berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya yang berinisial RS, 52 tahu
HUKUM DAN KRIMINAL
BEKASI -Pada hari Rabu, 17 Juli pukul 14.00 WIB, seorang pemancing belut sedang melakukan kegiatan rutinnya di sekitar kali belakang kantor PTST Bantargebang, Kota Bekasi. Ketika sedang fokus pada kegiatan memancing, ia secara tidak sengaja melihat sebuah biawak yang tengah menggerogoti apa yang ia kira sebagai tumpukan kaus. Namun, ketika ia mendekat untuk memastikan, terungkap bahwa yang dimakan biawak itu sebenarnya adalah mayat seorang pria.
Temuan MengerikanMenurut keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Kepala korban terbungkus karung, sementara kedua tangan dan kakinya terikat dengan tali tambang. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kematian korban akibat tindak pembunuhan yang brutal.
Identitas KorbanDari hasil pengecekan terhadap KTP yang ditemukan di korban, diketahui bahwa korban bernama Waryanto, berusia 51 tahun, dan berasal dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Identifikasi ini memberikan petunjuk awal mengenai latar belakang korban, meskipun motif serta pelaku di balik kejadian tragis ini masih menjadi misteri yang harus dipecahkan oleh pihak berwenang.
Proses PenyelidikanKasus ini langsung mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Polisi setempat segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan ini. Saat ini, jasad korban telah diamankan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses lebih lanjut.
Reaksi dan DampakKejadian ini tidak hanya mengejutkan masyarakat sekitar, tetapi juga menciptakan ketegangan dan kekhawatiran akan keamanan di daerah tersebut. Spekulasi dan spektrum kemungkinan pun mulai berkembang di kalangan penduduk setempat dan media sosial, memperdalam keraguan akan keamanan dan ketertiban di sekitar wilayah tersebut.
KesimpulanKematian tragis Waryanto telah menandai sebuah titik terang bagi penyelidikan kepolisian, yang berusaha keras untuk menemukan kebenaran di balik kejadian ini. Sementara itu, masyarakat diundang untuk tetap waspada dan memberikan dukungan penuh kepada upaya-upaya penegakan hukum yang sedang berlangsung, demi keadilan bagi korban dan keluarganya.
(N/014)
DAIRI Dua bocah berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya yang berinisial RS, 52 tahu
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong kepengurusan baru Karang Taruna Sumatera Utara agar semakin solid, tertib, dan aktif
PEMERINTAHAN
MEDAN Ribuan jajaran Pemerintah Kota Medan larut dalam suasana penuh kegembiraan saat mengikuti Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republ
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kepedulian sosial dalam membangun Kota Medan
PEMERINTAHAN
KUPANG Presiden Prabowo Subianto batal meninjau langsung korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026).
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang masuk melalui jalur penerimaa
NASIONAL
BINJAI DPD Brigade Kartini AMPI Kota Binjai bersama DPD AMPI Kota Binjai menggelar Gebyar Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tribun M
NASIONAL
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh menetapkan pria berinisial MA (32), warga Kecamatan Ulee Kareng, sebagai tersangka dalam kasus dugaan keker
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Semangat kemerdekaan Republik Indonesia akan kembali terasa meriah di Kabupaten Batu Bara. Dalam rangka memperingati Hari Ulan
NASIONAL