Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
SEMARANG –Misteri mengenai potongan kaki manusia yang ditemukan di Pantai Marina, Semarang, pada 27 Juni 2024 akhirnya terkuak. Temuan yang sempat menghebohkan warga setempat ini ternyata merupakan kaki kiri seorang lansia yang diamputasi karena alasan kesehatan. Penjelasan detail dari pihak kepolisian mengungkapkan kronologi kejadian ini secara lengkap.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat laporan dari masyarakat. “Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari masyarakat yang menginformasikan bahwa seorang ibu-ibu yang menderita diabetes telah diamputasi. Sesuai prosedur, organ tubuh yang diamputasi dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Andika pada Jumat (12/7).
Kondisi Rumah Tak Memadai untuk PenguburanMenurut penjelasan Andika, potongan kaki tersebut merupakan milik seorang lansia yang terpaksa diamputasi akibat komplikasi diabetes. Setelah dilakukan amputasi, organ tubuh tersebut dikembalikan kepada keluarga pemiliknya. Namun, karena rumah pemilik kaki tersebut tidak memiliki lahan untuk menguburkannya, kaki itu akhirnya dibuang ke laut.
“Rumahnya tidak ada halaman untuk mengubur. Kemudian dibuang ke laut, di bawah jembatan dekat Marina,” jelasnya. Langkah ini diambil oleh pihak keluarga karena mereka tidak tahu harus melakukan apa dengan potongan kaki tersebut.
Pengakuan dari KeluargaKanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Kumaidi, menambahkan bahwa cucu dari nenek tersebut adalah orang yang membuang potongan kaki itu. Cucunya mengaku kepada seorang anggota Polsek Semarang Utara setelah mengetahui berita penemuan kaki tersebut.
“Ada warga yang melapor, ‘Itu potongan kaki nenek saya’. Potongan kaki tersebut karena neneknya menderita diabetes. Kaki pertama sudah digantikan dengan kaki buatan,” kata Kumaidi.
Tindakan KepolisianSetelah mendapatkan pengakuan dari keluarga, polisi kemudian menyerahkan potongan kaki tersebut kepada pihak keluarga dan meminta agar kaki tersebut dikuburkan dengan layak. “Kami juga mendatangi keluarga, dan memastikan bahwa kaki tersebut milik mereka. Kami serahkan kembali untuk dimakamkan dengan layak, tidak dibuang-buang,” tegas Kumaidi.
Kronologi Penemuan Potongan KakiSebelumnya, seorang pemancing menemukan potongan kaki manusia di Pantai Marina, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat. Temuan tersebut membuat geger masyarakat karena kaki tersebut masih baru dan potongannya rapi. Pemancing yang menemukan potongan kaki tersebut segera melaporkannya kepada pihak berwenang, yang kemudian memulai penyelidikan.
PenutupKasus ini menyoroti betapa pentingnya prosedur yang tepat dalam menangani bagian tubuh yang telah diamputasi. Selain itu, juga menekankan pentingnya pemahaman dan bantuan kepada keluarga yang mungkin tidak tahu cara menangani situasi seperti ini dengan benar. Kepolisian berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat lebih waspada serta bijak dalam menghadapi situasi yang serupa.
(N/014)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL