Anak Buronan Mohammad Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara, Ungkit Pesan Prabowo
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengemukakan perbedaan signifikan dalam sistem penegakan hukum di antara institusi kepolisian di Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya terkait kasus salah tangkap.
Menurut Oegroseno, di Amerika Serikat, polisi yang terbukti berbohong atau melakukan kesalahan serius dapat dipecat secara langsung tanpa kompromi. Hal ini menunjukkan ketegasan sistem hukum di negara tersebut dalam memastikan kepercayaan publik terhadap integritas dan profesionalisme polisi.
“Di Amerika, polisi yang terlibat dalam kesalahan seperti salah tangkap atau berbohong dapat dipecat secara tegas. Mereka harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka dengan sungguh-sungguh, karena integritas dan kepercayaan publik sangat dijunjung tinggi,” ujar Oegroseno.
Pemecatan ini, lanjutnya, tidak hanya dilakukan untuk kasus salah tangkap saja, tetapi juga untuk pelanggaran etik lainnya seperti penangkapan tanpa prosedur yang benar atau penyalahgunaan kewenangan.
“Sistem di Amerika juga melibatkan Propam (Professional Standards Bureau) untuk memproses kasus-kasus ini dengan tegas. Ada sanksi tegas seperti pemecatan tidak dengan hormat bagi mereka yang terbukti melanggar aturan,” tambahnya.
Oegroseno menegaskan bahwa perbedaan ini mencerminkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. Di Amerika Serikat, polisi sering dilengkapi dengan kamera badan untuk merekam setiap interaksi dengan publik, sehingga memungkinkan untuk memeriksa dan mengevaluasi setiap langkah yang diambil oleh petugas kepolisian.
“Ini membuat mereka bertanggung jawab secara profesional atas setiap tindakan yang mereka ambil. Sehingga, kepercayaan publik terjaga dengan baik,” paparnya.
Di sisi lain, Oegroseno juga menyoroti bahwa di Indonesia, penanganan kasus-kasus seperti salah tangkap lebih sering berakhir dengan permintaan maaf atau sanksi administratif ringan, meskipun beberapa kasus serius juga mendapat perhatian yang tegas dari Propam dan instansi terkait.
KesimpulanPerbandingan sistem penegakan hukum antara Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan perbedaan pendekatan dalam menjaga integritas dan profesionalisme polisi. Sementara Amerika menegakkan standar ketat yang berujung pada sanksi tegas, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memastikan kepatuhan penuh terhadap prosedur hukum yang berlaku.
(N/014)
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menyambut awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat
NASIONAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kota Binjai menggelar Gebyar Safari Ramadhan di Masjid Agung
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU), Lingga Pangayumi Nasution, menegaskan bahwa penertiban lapak
PEMERINTAHAN
MEDAN Tren game penghasil uang kembali menarik perhatian masyarakat, kali ini melalui aplikasi Junglee Ludo yang menawarkan saldo DANA g
EKONOMI
MEDAN Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menangkap seorang pria lanjut usia berinisial L (65), yang diduga mencabuli puluhan sisw
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan tiga arah utama pembenahan pelayanan publik di Kota Medan, yakni percepatan
PEMERINTAHAN
BOGOR Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kota Bogor resmi membuka Bogor ICMI Islamic Festival (BiiFest) 2026 p
NASIONAL
BANDA ACEH Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh menangkap seorang petani asal Aceh Tengah berinisial AW (58) yang diduga membawa 50 kil
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat layanan sosial dan penanganan
PEMERINTAHAN