BREAKING NEWS
Minggu, 04 Oktober 2026

Tak hanya di Jepang, Bakteri Pemakan Daging Telah Ditemukan di AS

Redaksi - Selasa, 25 Juni 2024 13:24 WIB
Tak hanya di Jepang, Bakteri Pemakan Daging Telah Ditemukan di AS
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Kasus langka namun mematikan dari sindrom syok toksik streptokokus (STSS), yang dikenal sebagai “bakteri pemakan daging”, telah menyeberang samudera dari Jepang ke Amerika Serikat. Seorang pasien perempuan asal Connecticut menjadi korban dalam epidemi yang mengkhawatirkan ini, memunculkan kekhawatiran akan potensi penyebaran lebih luas di antara populasi.

Laporan medis yang diterbitkan dalam jurnal Cureus menggambarkan kondisi kritis pasien yang mengalami serangkaian gejala mematikan. Mulai dari muntah, sesak napas, diare, hingga peningkatan detak jantung dan tekanan darah rendah, kondisi ini menunjukkan serangan hebat yang dialami tubuhnya.

“Dokter menduga bahwa pasien wanita ini terinfeksi STSS, yang saat ini sedang mewabah di Jepang,” demikian laporan New York Post yang dikutip MNC Portal, Selasa (25/6/2024).

STSS disebabkan oleh bakteri streptokokus, yang bisa memasuki tubuh melalui luka terbuka atau bahkan melalui udara terkontaminasi. Gejalanya pada awalnya mirip flu, seperti mual, muntah, demam, dan nyeri otot, tetapi menjadi lebih serius ketika menyerang organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, dan ginjal.

Dalam kasus tragis ini, dokter menduga pasien terinfeksi setelah menghirup udara yang mengandung bakteri penyebab STSS, mengingat keluhannya akan radang tenggorokan sebelum masuk rumah sakit. Keluarganya juga dilaporkan mengalami radang tenggorokan, menunjukkan adanya potensi penularan di lingkungan terdekat.

Proses penyembuhan pasien melibatkan pengobatan antibiotik intensif dan rehabilitasi rawat inap. Namun, kondisinya telah memburuk sehingga ia harus menjalani amputasi pada jari kakinya yang telah terinfeksi parah. Ini menggarisbawahi tingkat keparahan penyakit ini dan dampaknya yang menghancurkan bagi korban serta keluarganya.

Pengalaman ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama mereka yang rentan terhadap infeksi bakteri seperti streptokokus. Perhatian ekstra diperlukan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi, serta mengidentifikasi gejala awal yang dapat menjadi tanda adanya infeksi serius.

Dengan berbagai tantangan kesehatan global seperti pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan, peningkatan kesadaran akan kesehatan masyarakat menjadi kunci utama dalam memitigasi risiko penyebaran penyakit menular yang berpotensi fatal seperti STSS. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat dapat menjadi penentu untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat dari ancaman yang tidak terduga ini.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru