Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
AS -Sebuah tragedi mendalam mewarnai perjalanan spiritual dua warga Amerika Serikat, Alhaji Alieu Dausy Wurie (71) dan Haja Isatu Wurie (65), yang berakhir tragis saat mereka menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Pasangan ini merupakan di antara sekitar 1.300 jemaah yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2024. Kedua orang tua itu berasal dari Bowie, Maryland, dan menderita akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
Saida Wurie, putri mereka, mengungkapkan bahwa orang tuanya meninggal dunia setelah berjalan lebih dari dua jam dalam suhu mencapai lebih dari 50 derajat Celsius. Hal ini terjadi meskipun mereka telah membayar biaya yang tidak sedikit, mencapai 11.500 dolar AS per orang, untuk mendapatkan fasilitas yang seharusnya memadai selama ibadah haji mereka.
“Orang tua saya sangat bersemangat untuk menunaikan ibadah haji, sebuah impian sepanjang hidup mereka. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ujar Saida kepada BBC, menegaskan ketidakpuasan atas layanan yang diterima dari perusahaan tur AS yang mengorganisir perjalanan mereka.
Perusahaan tersebut tidak hanya gagal menyediakan makanan dan air yang memadai, tetapi juga tidak menyediakan transportasi yang cukup untuk kelompok wisata mereka. “Mereka bahkan harus mencari makan sendiri beberapa hari,” lanjut Saida, menyoroti kegagalan perusahaan dalam memenuhi komitmen mereka.
Pada tanggal 16 Juni, hanya dua minggu setelah tiba di Tanah Suci, Alhaji Alieu Dausy Wurie dan Haja Isatu Wurie menghembuskan nafas terakhir mereka. Berita duka ini datang beberapa hari setelah kedua orang tua Saida memberikan kabar terakhir mereka melalui pesan singkat, menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi selama perjalanan haji mereka.
Informasi dari Saudi Press Agency (SPA) mengungkapkan bahwa sebagian besar jemaah haji, termasuk di Makkah, menghadapi kesulitan akibat kurangnya izin resmi. Hal ini mengakibatkan akses terbatas terhadap fasilitas ber-AC dan sumber daya penting lainnya di tengah kondisi cuaca yang ekstrem.
Kementerian Kesehatan Saudi, melalui Menteri Fahd Al-Jalajel, telah berupaya keras meningkatkan kesadaran akan risiko serangan panas di kalangan jemaah haji. Meskipun demikian, kejadian ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam menyediakan lingkungan yang aman dan layanan yang memadai bagi semua jemaah yang menunaikan ibadah haji.
Tragedi yang menimpa pasangan Wurie ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan dan pemenuhan komitmen bagi semua jemaah haji, yang telah menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan kewajiban agama mereka di Tanah Suci.
(N/014)
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA